Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyelesaian Sengketa Hak Cipta Motif Batik Kagano Melalui Mediasi: Studi Empiris Di Kementerian Hukum Kantor Wilayah Bengkulu : Resolving The Kagano Batik Motif Copyright Dispute Through Mediation: An Empirical Study At The Ministry Of Law, Bengkulu Regional Office Anggita Syarah Salsabila1, Ashibly2, Marlinah3 Anggita Syarah Salsabila anggi; Ashibly; Marlinah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11122

Abstract

Penelitian ini membahas penyelesaian sengketa hak cipta motif Batik Kagano melalui mediasi di Kementerian Hukum Kantor Wilayah Bengkulu. Sengketa terjadi karena adanya penggunaan, produksi, dan penjualan motif Batik Kagano tanpa izin oleh pihak konveksi, yang merugikan pencipta secara moral dan ekonomi sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan socio-legal melalui wawancara dan studi literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi dilakukan melalui tahapan pelaporan, verifikasi, penunjukan mediator dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), hingga tercapainya kesepakatan damai. Mediasi dinilai efektif dan efisien karena mampu memberikan kepastian hukum melalui berita acara kesepakatan yang mengikat para pihak. Namun, pelaksanaan mediasi masih menghadapi hambatan, seperti terbatasnya jumlah mediator bersertifikat di daerah dan perbedaan kepentingan para pihak dalam menentukan ganti rugi. Penelitian menyarankan peningkatan kapasitas SDM dan sosialisasi hak cipta.
Tinjauan Hukum Terhadap Status Kemitraan Pengemudi Grab Sebagai Pekerja Mandiri Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Di Kota Bengkulu: Legal Review Of The Partnership Status Of Grab Drivers As Independent Workers Based On The Civil Code In Bengkulu City Yobi Heryansah Abadi; Ashibly; Andri Zulpan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11171

Abstract

Perkembangan teknologi digital melahirkan model gig economy melalui layanan transportasi online seperti Grab. Penelitian ini bertujuan menganalisis status kemitraan pengemudi Grab sebagai pekerja mandiri berdasarkan prinsip kebebasan berkontrak, itikad baik, dan kepatutan dalam KUHPerdata di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal melalui wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kemitraan secara hukum sah, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya mencerminkan prinsip hukum perdata karena perjanjian bersifat baku, terdapat kebijakan sepihak, kurangnya transparansi, serta ketidakseimbangan posisi tawar antara perusahaan dan pengemudi sehingga perlindungan hukum masih perlu ditingkatkan.
Perlindungan Hak Terkait Pencipta/Pemegang Hak Cipta Lagu Di Kota Bengkulu : Protection Of Rights Related To Creators/Copyright Holders Of Song In Bengkulu City Diona Joy Fitria; Ashibly; Andri Zulpan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9698

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perlindungan hukum hak terkait pencipta/pemegang hak cipta lagu di Kota Bengkulu, khususnya dalam bidang performing rights atau pengumuman karya secara publik. Lagu dan/atau musik sebagai bagian dari hak cipta memiliki perlindungan hukum yang bersifat eksklusif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Namun dalam praktiknya, masih banyak pelanggaran yang terjadi, terutama yang memanfaatkan lagu tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan socio-legal, serta pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perlindungan dilakukan secara preventif melalui pencatatan ciptaan dan keanggotaan dalam Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), serta secara represif melalui penagihan royalti, mediasi, hingga gugatan hukum. Hambatan utama dalam pelaksanaan perlindungan tersebut meliputi rendahnya kesadaran hukum pencipta, belum dilakukannya pendaftaran ciptaan, serta minimnya informasi terkait hak-hak hukum yang dimiliki oleh pencipta. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan penguatan kelembagaan untuk meningkatkan efektivitas perlindungan hukum terhadap hak cipta lagu di wilayah Kota Bengkulu.