Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Namun, implementasi SIMRS pada pelayanan rawat jalan masih menghadapi kendala teknis dan fungsional yang dapat memengaruhi kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model (TAM) dan Task-Technology Fit (TTF) dengan kepuasan pengguna SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di RSUD Kota Salatiga. Populasi sasaran berjumlah 105 pengguna SIMRS, dengan sampel 30 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel dependen adalah kepuasan pengguna. Variabel independen meliputi perceived usefulness, perceived ease of use, behavioral intention to use, Task-Technology Fit, dan task characteristics. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada α=0,05. Perceived usefulness (r=0,175; p=0,356), perceived ease of use (r=0,154; p=0,416), dan task characteristics (r=0,289; p=0,122) tidak berhubungan signifikan dengan kepuasan pengguna SIMRS. Behavioral intention to use berhubungan signifikan dengan kepuasan pengguna (r=0,365; p=0,047). Task-Technology Fit memiliki hubungan paling kuat dan signifikan dengan kepuasan pengguna (r=0,562; p=0,001). Kepuasan pengguna SIMRS lebih berkaitan dengan kesesuaian teknologi terhadap tugas dibandingkan dengan persepsi manfaat atau kemudahan penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi SIMRS pada pelayanan rawat jalan sangat ditentukan oleh kemampuan sistem dalam mendukung kebutuhan kerja pengguna.