Ayu Anulus
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Eva Yani; Artha Budi Susila Duarsa; Baiq Novaria Rusmaningrum; Ayu Anulus
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/v4dcr328

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan intervensi penting dalam meningkatkan status kesehatan bayi dan menurunkan angka kesakitan serta kematian. Namun, cakupannya masih belum optimal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan, sikap ibu, serta peran petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap ibu, dan peran petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 101 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53,5%), sikap positif (61,4%), dan memperoleh dukungan petugas kesehatan (69,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,038), dan peran petugas kesehatan (p=0,026) dengan pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan, sikap ibu, dan peran petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Penguatan edukasi dan dukungan dari tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.
FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DI LOMBOK TENGAH Zuhri Abdul Gani; Ayu Anulus; Sabrina Intan Zoraya; Irwan Syuhada
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/8xfnvd27

Abstract

Pernikahan usia dini merupakan masalah psikososial dan kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan kerentanan perempuan terhadap depresi. Wanita yang menikah pada usia dini sering menghadapi tekanan emosional akibat belum optimalnya kesiapan psikologis, tanggung jawab keluarga, perubahan peran dalam perkawinan, serta tuntutan sosial budaya. Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan merupakan faktor psikososial penting yang dapat memengaruhi gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 131 wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat. Sampel berjumlah 99 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur dukungan sosial, dukungan keluarga, pengetahuan, dan kejadian depresi. Depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan prevalence ratio dengan confidence interval 95%. Dukungan sosial berhubungan signifikan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini (PR=9,62; 95% CI=3,63–25,50; p=0,001). Dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=12,00; 95% CI=5,54–25,92; p=0,001). Selain itu, pengetahuan berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=9,18; 95% CI=3,85–22,00; p=0,001). Dukungan sosial yang buruk, dukungan keluarga yang buruk, dan pengetahuan yang rendah berhubungan signifikan dengan tingginya prevalensi depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Edukasi kesehatan mental, konseling berbasis keluarga, dan dukungan psikososial berbasis komunitas direkomendasikan untuk menurunkan risiko depresi pada kelompok rentan ini.