Agung Arjuna
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Amal Bakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPAS BERBASIS KEARIFAN LOKAL “DAERAHKU KEBANGGAANKU” UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR SISWA Agung Arjuna; Ahmad Calam; Yusrizal Yusrizal
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar IPAS berbasis kearifan lokal “Daerahku Kebanggaanku” untuk meningkatkan rasa cinta tanah air siswa kelas V SD Swasta PAB 14 Klambir Lima Deli Serdang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya penggunaan bahan ajar yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran IPAS sehingga siswa kurang mengenal budaya daerahnya sendiri dan rasa cinta tanah air belum berkembang secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Swasta PAB 14 Klambir Lima yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, angket respon siswa, angket respon guru, serta tes pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan analisis persentase dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar IPAS berbasis kearifan lokal memperoleh kategori layak berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Hasil respon siswa dan guru menunjukkan bahwa bahan ajar praktis digunakan dalam pembelajaran. Selain itu hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan rasa cinta tanah air siswa setelah menggunakan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Dengan demikian bahan ajar IPAS “Daerahku Kebanggaanku” dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan rasa cinta tanah air siswa sekolah dasar.
Penguatan Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter: Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Desa Mekar Sawit Yusrizal Yusrizal; Fatmawati Fatmawati; Agung Arjuna; Miftahul Jannah; Maulidina Hakmi; Anisa Ihwani
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.4171

Abstract

Pembentukan karakter anak memerlukan keterlibatan aktif orang tua sebagai pendidik pertama dan utama. Desa Mekar Sawit masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pendampingan orang tua dalam membiasakan perilaku positif anak, terutama kedisiplinan waktu, kebiasaan belajar, pola hidup sehat, dan pengendalian penggunaan gawai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran orang tua dalam pembentukan karakter anak melalui sosialisasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan tim pengabdian, sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, orang tua, dan anak. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, perencanaan program, sosialisasi, penyuluhan, simulasi pembiasaan, pendampingan, serta evaluasi dan monitoring melalui wawancara dan daftar ceklis kebiasaan harian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran orang tua terhadap perannya sebagai teladan dan pendamping utama dalam pembentukan karakter anak. Orang tua mulai menerapkan pembatasan penggunaan gawai, mengatur waktu tidur, serta membiasakan kegiatan belajar dan ibadah bersama anak. Anak juga menunjukkan perubahan positif berupa peningkatan kedisiplinan, semangat belajar, kepatuhan beribadah, pola hidup sehat, dan kepedulian sosial. Konsistensi dalam membiasakan bangun pagi dan tidur lebih awal masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Kegiatan sosialisasi ini mampu memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga berkontribusi terhadap pembentukan karakter anak yang religius, disiplin, sehat, dan bertanggung jawab.