Maulidina Hakmi
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Amal Bakti

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter: Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Desa Mekar Sawit Yusrizal Yusrizal; Fatmawati Fatmawati; Agung Arjuna; Miftahul Jannah; Maulidina Hakmi; Anisa Ihwani
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.4171

Abstract

Pembentukan karakter anak memerlukan keterlibatan aktif orang tua sebagai pendidik pertama dan utama. Desa Mekar Sawit masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pendampingan orang tua dalam membiasakan perilaku positif anak, terutama kedisiplinan waktu, kebiasaan belajar, pola hidup sehat, dan pengendalian penggunaan gawai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran orang tua dalam pembentukan karakter anak melalui sosialisasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan tim pengabdian, sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, orang tua, dan anak. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, perencanaan program, sosialisasi, penyuluhan, simulasi pembiasaan, pendampingan, serta evaluasi dan monitoring melalui wawancara dan daftar ceklis kebiasaan harian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran orang tua terhadap perannya sebagai teladan dan pendamping utama dalam pembentukan karakter anak. Orang tua mulai menerapkan pembatasan penggunaan gawai, mengatur waktu tidur, serta membiasakan kegiatan belajar dan ibadah bersama anak. Anak juga menunjukkan perubahan positif berupa peningkatan kedisiplinan, semangat belajar, kepatuhan beribadah, pola hidup sehat, dan kepedulian sosial. Konsistensi dalam membiasakan bangun pagi dan tidur lebih awal masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Kegiatan sosialisasi ini mampu memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga berkontribusi terhadap pembentukan karakter anak yang religius, disiplin, sehat, dan bertanggung jawab.