Tujuan penelitian ini adalah (1)untuk mengetahui bagaimana kontekstualisasi soal cerita matematika terhadap literasi numerasi siswa sekolah dasar. (2) untuk mengetahui faktor penghambat kontekstualisasi soal cerita matematika terhadap literasi numerasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif jenis fenomologi. Informan yang digunakan adalah 10 orang yang terdiri dari 6 siswa, guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunaka observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi, ketekunan peneliti dan perpanjangan waktu. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah beberapa soal cerita yang diberikan masih bersifat umum dan kurang membangkitkan minat siswa, sehingga literasi numerasi yang diharapkan tidak optimal. Faktor penghambatnya adalah faktor lingkungan, kurangnya keterlibatan orang tua dan komunitas, siswa jarang berinteraksi dengan konteks matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kurangnya pelatihan dan sumber daya bagi guru dalam mengembangkan soal cerita matematika berbasis literasi numerasi. Guru membutuhkan bimbingan dan contoh soal yang beragam dan relevan untuk mengembangkan soal cerita yang benar-benar kontekstual yang mendukung literasi numerasi. Faktor penghambat lainnya adalah keterbatasan waktu belajar. Guru seringkali harus mengikuti kurikulum yang terlalu padat, sehingga untuk mengembangkan dan menyajikan soal cerita secara mendalam kurang leluasa. Akibatnya, soal yang disajikan cenderung sederhana dan kurang menarik bagi siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kontekstualisasi soal cerita matematika berbasis literasi numerasi merupakan strategi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Oleh karena itu, penerapannya perlu didukung secara berkelanjutan agar siswa memiliki kemampuan numerasi yang baik dan siap menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.