Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Stres Dan Biaya Internet Dengan Tingkat Kecanduan Internet Pada Remaja Aliffatullah Alyu RAJ; Hasibatul Isniar Sepbrina Pratiwi; Ma’rifatul Jannah; Anita Prawardani; Ony Ditasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.804

Abstract

Kecanduan internet adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri saat sedang asyik mengakses internet. Faktor yang memungkinkan seseorang mengalami kecanduan internet diantaranya karena adanya keadaan frustrasi di kalangan remaja. Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa, dimana pada masa ini remaja memiliki kondisi emosi yang labil. Selama masa transisi menuju dewasa remaja sering mengalami stress, sehingga remaja sering menggunakan internet untuk mengatasi stres. Akibat kecanduan internet remaja menjadi lebih banyak membutuhkan biaya untuk berinternet agar tetap online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stress dan biaya internet dengan kecanduan internet.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jumlah subjek adalah sejumlah 200 subjek yang bersekolah di PKBM KA-ER Madiun dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu skala psikologi ialah Skala Internet Addiction Test (IAT) dan Skala Depression Anxiety and Stress Scale (DASS). Skala Internet Addiction Test (IAT) versi bahasa Indonesia memiliki validitas yang baik (χ2 p < 0.001; RMSEA = 0.076; CFI = 0.95; SRMR = 0.057, and AIC = 784.63) dan realibilitas skor alfacronbach sebesar 0,855. Skala Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) memiliki validitas yang baik yaitu semua item DASS-21 valid (RMSEA = 0,076, CFI = 0,961, TLI = 0,955, SRMR = 0,065) dan hasil realibilitas skor alfacronbach sebesar 0,850-0,923. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda melalui alat bantu program SPSS version 32. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: 1) terdapat hubungan positif antara stress dan biaya internet dengan kecanduan internet ditunjukan dengan nilai F hitung = 19.917 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001<0,05. 2) ada hubungan positif antara stress dengan kecanduan internet dilihat dari nilai Sign 0,001 < 0,05. 3) tidak adanya hubungan positif antara biaya internet dengan kecanduan internet pada remaja, yang artinya biaya internet tidak mempengaruhi kecenderungan kecanduan internet pada remaja dibuktikan dengan hasil nilai Sign= 0,259 > 0,05
STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI, TOLERANSI, DAN KEMANDIRIAN BERWIRAUSAHA MELALUI PEMBINAAN RELASI SOSIAL POSITIF ANTAR TEMAN DI SEKOLAH DASAR Ma'rifatul Jannah; Riza Kurniawan; Muhammad Hasan Al Banna; Mita April Lia; Ony Ditasari
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.834

Abstract

Pengembangan karakter siswa di tingkat sekolah dasar merupakan hal yang sangat penting untuk menghasilkan generasi yang bermoral dan kompetitif. Rendahnya kepedulian sosial, toleransi dan pemahaman tentang kemandirian berwirausaha di kalangan siswa MI Muhammadiyah Madiun menjadi alasan diadakannya kegiatan pengabdian ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menilai strategi "Pembinaan Relasi Sosial Positif antar Teman" sebagai langkah untuk membentuk karakter peduli, toleransi, dan kemandirian berwirausaha pada siswa kelas 5 MI Muhammadiyah Madiun. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pendampingan kegiatan kooperatif, proyek sosial kolaboratif, dan simulasi kewirausahaan berbasis kelompok (market day). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini efektif dalam membentuk karakter kepedulian dan toleransi antarsiswa secara berkelanjutan, ditunjukkan dengan 75% siswa aktif mendengarkan, 68% siswa secara sukarela menawarkan bantuan, dan 80% siswa menghormati perbedaan masing-masing individu. Selain itu, relasi sosial positif antarsiswa mendorong keberanian, tanggung jawab, dan kemandirian dalam berwirausaha sejak mereka masih di sekolah dasar. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan karakter yang dapat diadopsi oleh sekolah dasar lainnya di lingkungan Muhammadiyah maupun sekolah umum lainnya.