Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kreativitas anak yang sering kurang terstimulasi dengan metode pembelajaran konvensional. Membatik jumputan, terutama dengan pewarna alami seperti buah naga, kunyit, daun suji, bunga telang, dan kayu secang, dinilai mampu meningkatkan aspek kreativitas melalui eksplorasi kegiatan yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kegiatan membatik jumputan terhadap kreativitas anak usia dini kelompok B di TK Labschool Unesa 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pre-eksperimental dan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Seluruh peserta didik kelompok B berusia 5-6 tahun sebanyak 30 anak dijadikan sampel dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pre-test, perlakuan dengan membatik jumputan, dan post-test. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan validasi ahli dan teknik Cronbach Alpha, yang menghasilkan nilai 0,645. Uji normalitas menggunakan uji shapiro-wilk dan uji homogenitas menggunakan uji levene. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test menggunakan uji independent sample t-test. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Dengan kata lain, aktivitas membatik jumputan dengan pewarna alami terbukti efektif untuk meningkatkan kreativitas anak. Selain itu, peningkatan kreativitas anak diketahui mencapai 36,66%, yang diperoleh dari perbandingan hasil pre-test dan post-test. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan membatik jumputan dapat menjadi metode pembelajaran alternatif yang efektif dalam merangsang kreativitas anak usia dini, sehingga diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai lembaga pendidikan.