Mochamad Primasakti Satyagraha
Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan penggunaan lahan dengan data Nighttime Light pada kawasan terdampak gempa di Kabupaten Klatenten Klaten Muhammad Azmi Syarifuddin; Nur Miladan; Mochamad Primasakti Satyagraha
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.100410

Abstract

Increasing population density and regional development activities have intensified land demand for residential, commercial, and industrial uses. In disaster-prone areas, post-disaster land use dynamics are a critical issue in risk-based regional development planning. Klaten Regency is one of the regions affected by the 2006 earthquake and has undergone long-term reconstruction and socio-economic recovery processes. This study aims to analyze post-earthquake land use changes in Klaten Regency, particularly in affected areas, by utilizing Nighttime Light (NTL) data as a proxy for human activity and regional development. A deductive quantitative approach was applied using numerical analysis based on satellite-derived NTL data and spatial overlay techniques. The analysis focused on identifying changes in light intensity to represent land use dynamics and the concentration of post-reconstruction development. The results reveal a significant increase in light intensity in several areas, particularly in Central Klaten, reflecting growth in economic activities and infrastructure development. The observed pattern indicates a shift of community activities toward moderately and severely affected zones, with a predominance in moderately affected areas. These findings suggest that earthquake-affected areas continue to develop over time despite existing disaster risks. Therefore, risk-based regional development policies are essential to guide future growth toward safer and more sustainable zones.
Analisis kesiapan komponen pariwisata dalam pengembangan Geopark Kebumen Dhimas Endriyanto; Nur Miladan; Mochamad Primasakti Satyagraha
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.98436

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik yang mengakibatkan Indonesia memiliki geodiversity di mana hal ini menjadi salah satu dari tiga pilar pengembangan geopark (taman bumi). Geopark mengadopsi konsep pengembangan wilayah secara berkelanjutan melalui pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Dalam melakukan analisis terkait pariwisata, terdapat komponen-komponen pariwisata yang harus diperhatikan, seperti attraction, accessibility, amenities, dan ancillary. Pemerintah Indonesia memiliki keyakinan bahwa geopark ini akan bermanfaat untuk konservasi serta membantu pertumbuhan pariwisata Indonesia di masa depan, salah satunya terjadi pada Geopark Kebumen yang diusulkan menjadi UNESCO GlobalGeopark. Namun, perkembangan Geopark Kebumen masih belum sejalan dengan konsep konservasi geologi karena marak terjadi aktivitas pertambangan batuan sebagai mata pencaharian penduduk yang di mana hal ini memberi dampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan komponen pariwisata Geopark Kebumen sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Hasil skoring menggunakan skala Guttman menunjukkan bahwa komponen pariwisata Geopark Kebumen masih dinyatakan belum siap. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan peningkatan komponen pariwisata agar dapat mencapai kondisi yang optimal sehingga akan memberi dampak kepada kemajuan pariwisata, peningkatan lapangan pekerjaan, serta meningkatnya ekonomi masyarakat lokal.