Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik yang mengakibatkan Indonesia memiliki geodiversity di mana hal ini menjadi salah satu dari tiga pilar pengembangan geopark (taman bumi). Geopark mengadopsi konsep pengembangan wilayah secara berkelanjutan melalui pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Dalam melakukan analisis terkait pariwisata, terdapat komponen-komponen pariwisata yang harus diperhatikan, seperti attraction, accessibility, amenities, dan ancillary. Pemerintah Indonesia memiliki keyakinan bahwa geopark ini akan bermanfaat untuk konservasi serta membantu pertumbuhan pariwisata Indonesia di masa depan, salah satunya terjadi pada Geopark Kebumen yang diusulkan menjadi UNESCO GlobalGeopark. Namun, perkembangan Geopark Kebumen masih belum sejalan dengan konsep konservasi geologi karena marak terjadi aktivitas pertambangan batuan sebagai mata pencaharian penduduk yang di mana hal ini memberi dampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan komponen pariwisata Geopark Kebumen sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Hasil skoring menggunakan skala Guttman menunjukkan bahwa komponen pariwisata Geopark Kebumen masih dinyatakan belum siap. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan peningkatan komponen pariwisata agar dapat mencapai kondisi yang optimal sehingga akan memberi dampak kepada kemajuan pariwisata, peningkatan lapangan pekerjaan, serta meningkatnya ekonomi masyarakat lokal.
Copyrights © 2025