Nur Miladan
Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Resiliensi infrastruktur terhadap risiko banjir rob di wilayah pesisir Kota Pekalongan Afni Ashrida; Chrisna Trie Hadi Permana; Nur Miladan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.91035

Abstract

Banjir pasang atau banjir rob merupakan fenomena yang umum terjadi di wilayah pesisir akibat pemanfaatan dan pengelolaan kawasan yang mengabaikan daya dukung lingkungan serta dipengaruhi perubahan iklim. Banjir rob dapat mengganggu aktivitas perkotaan, merusak infrastruktur, dan menurunkan kualitas ruang pesisir. Oleh karena itu, diperlukan resiliensi untuk memastikan sistem di wilayah pesisir mampu merespons, pulih, dan beradaptasi terhadap bencana. Resiliensi diartikan sebagai kemampuan suatu sistem menghadapi gangguan, memulihkan diri, dan beradaptasi setelah bencana terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi infrastruktur pesisir, meliputi sarana, prasarana, dan utilitas umum di Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deduktif dengan pendekatan studi kasus. Kajian resiliensi diperoleh melalui analisis konten hasil wawancara dengan narasumber terpilih, yang kemudian diperkuat melalui triangulasi dengan observasi lapangan dan telaah dokumen untuk memastikan validitas dan reliabilitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa banjir rob berdampak signifikan pada sistem perkotaan pesisir Kota Pekalongan, dan resiliensi kawasan pesisir terbentuk melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur.
Perubahan penggunaan lahan dengan data Nighttime Light pada kawasan terdampak gempa di Kabupaten Klatenten Klaten Muhammad Azmi Syarifuddin; Nur Miladan; Mochamad Primasakti Satyagraha
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.100410

Abstract

Increasing population density and regional development activities have intensified land demand for residential, commercial, and industrial uses. In disaster-prone areas, post-disaster land use dynamics are a critical issue in risk-based regional development planning. Klaten Regency is one of the regions affected by the 2006 earthquake and has undergone long-term reconstruction and socio-economic recovery processes. This study aims to analyze post-earthquake land use changes in Klaten Regency, particularly in affected areas, by utilizing Nighttime Light (NTL) data as a proxy for human activity and regional development. A deductive quantitative approach was applied using numerical analysis based on satellite-derived NTL data and spatial overlay techniques. The analysis focused on identifying changes in light intensity to represent land use dynamics and the concentration of post-reconstruction development. The results reveal a significant increase in light intensity in several areas, particularly in Central Klaten, reflecting growth in economic activities and infrastructure development. The observed pattern indicates a shift of community activities toward moderately and severely affected zones, with a predominance in moderately affected areas. These findings suggest that earthquake-affected areas continue to develop over time despite existing disaster risks. Therefore, risk-based regional development policies are essential to guide future growth toward safer and more sustainable zones.
Analisis kesiapan komponen pariwisata dalam pengembangan Geopark Kebumen Dhimas Endriyanto; Nur Miladan; Mochamad Primasakti Satyagraha
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i2.98436

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik yang mengakibatkan Indonesia memiliki geodiversity di mana hal ini menjadi salah satu dari tiga pilar pengembangan geopark (taman bumi). Geopark mengadopsi konsep pengembangan wilayah secara berkelanjutan melalui pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Dalam melakukan analisis terkait pariwisata, terdapat komponen-komponen pariwisata yang harus diperhatikan, seperti attraction, accessibility, amenities, dan ancillary. Pemerintah Indonesia memiliki keyakinan bahwa geopark ini akan bermanfaat untuk konservasi serta membantu pertumbuhan pariwisata Indonesia di masa depan, salah satunya terjadi pada Geopark Kebumen yang diusulkan menjadi UNESCO GlobalGeopark. Namun, perkembangan Geopark Kebumen masih belum sejalan dengan konsep konservasi geologi karena marak terjadi aktivitas pertambangan batuan sebagai mata pencaharian penduduk yang di mana hal ini memberi dampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan komponen pariwisata Geopark Kebumen sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Hasil skoring menggunakan skala Guttman menunjukkan bahwa komponen pariwisata Geopark Kebumen masih dinyatakan belum siap. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan peningkatan komponen pariwisata agar dapat mencapai kondisi yang optimal sehingga akan memberi dampak kepada kemajuan pariwisata, peningkatan lapangan pekerjaan, serta meningkatnya ekonomi masyarakat lokal.
Analisis Hydrologic Response Unit pada peningkatan kerawanan banjir pada tahun 2013–2022 di DAS Mikro Triyagan Ilham Siota; Nur Miladan; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.74660

Abstract

DAS Mikro Triyagan merupakan salah satu Sub DAS Bengawan Solo yang mengalami peningkatan permukiman baru karena penetapan fungsi lahan permukiman dan sawah. Perubahan penggunaan lahan dari lahan terbuka menjadi lahan terbangun menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan peningkatan volume limpasan permukaan sebagai penyebab utama banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kerawanan banjir di DAS Mikro Triyagan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Hydrologic Response Unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di DAS Mikro Triyagan mempengaruhi kerawanan banjir yang disebabkan oleh limpasan permukaan pada lahan permukiman (terbangun) dengan karakteristik kedap air. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerawanan banjir adalah pembangunan perumahan dan permukiman dengan menyediakan ruang terbuka hijau dengan penerapan teknologi konservasi air biopori untuk menurunkan limpasan permukaan.