Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi IoT dan Biofiltrasi dalam Sistem Akuaponik NFT sebagai Solusi Ketahanan Pangan di Desa Sedayu: Integration of IoT and Biofiltration in NFT Aquaponic Systems as a Solution for Food Security in Sedayu Village Muhammad Hassan Massaty; Slamet Kurniawan Fahrurozi; Dimas Epin Pamilih Adrian
DEDIKASI: Community Service Reports Vol. 8 No. 1 (2026): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v8i1.3022

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang menuntut inovasi dalam pemanfaatan sumber daya terbatas secara efisien. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan sistem akuaponik berbasis IoT dengan biofiltrasi di Desa Sedayu, Klaten, Jawa Tengah, sebagai solusi praktis peningkatan ketahanan pangan rumah tangga. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, eksperimen dengan tiga konfigurasi kolam (Kolam 1: 100 ikan dengan biofiltrasi mekanik; Kolam 2: 50 ikan dengan biofiltrasi mekanik; Kolam 3: 50 ikan dengan filtrasi mekanik tanpa biofiltrasi), pendampingan, serta evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa Kolam 1 memberikan performa terbaik pada tanaman kangkung dengan rata-rata tinggi 28,5 cm dan bobot segar 30,0 g per tanaman, serta pertumbuhan ikan nila dengan bobot akhir 50,3 g per ekor dan total biomassa meningkat 2,3 kg meskipun nilai FCR lebih tinggi (1,8). Kolam 2 menunjukkan pertumbuhan moderat dengan efisiensi pakan lebih baik (FCR 1,6), sementara Kolam 3 menghasilkan pertumbuhan terendah akibat penurunan kualitas air. Selain itu, hasil kuesioner mengindikasikan bahwa masyarakat memiliki harapan tinggi terhadap penerapan teknologi ini, terutama dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga (rata-rata skor 4,65) dan kemampuan mengelola sistem secara mandiri. Dengan demikian, integrasi akuaponik IoT dan biofiltrasi terbukti berpotensi sebagai solusi berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha berbasis pertanian terpadu.