Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Praktik dan Tantangan Keterampilan Mengadakan Variasi Mengajar sebagai Unsur Penting dalam Keterampilan Dasar Mengajar Yanuari, Aliya Dwi; Ujwalita, Amaranggana; Ismawati, Fadila; Chamdani, Muhammad
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107211

Abstract

Teaching variation skills are strategies used by teachers to create an active and enjoyable classroom atmosphere. However, challenges such as teacher readiness, limited facilities, and lack of continuous training still exist. This study aims to explore how teaching variation is applied in learning and identify the obstacles teachers face. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing relevant scientific articles. The findings show that teaching variation is an essential part of learning and belongs to basic teaching skills. Teachers still face difficulties in creativity, skills, media use, and adapting to student characteristics. Recommended solutions include improving teacher competence, understanding students, using simple media creatively, and designing strategies based on student interests. It is concluded that enhancing teaching variation skills can significantly improve learning effectiveness and support educational goals. Keterampilan variasi mengajar merupakan strategi yang diterapkan oleh guru untuk menciptakan suasana kelas yang aktif dan menyenangkan, namun masih banyak hambatan seperti kesiapan guru, keterbatasan sarana prasarana, serta kurangnya pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keterampilan variasi mengajar diterapkan dalam proses pembelajaran serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam praktiknya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah sejumlah artikel ilmiah yang relevan secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterampilan variasi mengajar merupakan aspek penting dalam pembelajaran dan termasuk keterampilan dasar mengajar. Namun, guru masih menghadapi kendala dalam kreativitas, keterampilan,  pemanfaatan media, serta penyesuaian terhadap karakter siswa. Solusi yang disarankan meliputi peningkatan kompetensi guru, memahami karakter siswa, menggunakan media sederhana secara kreatif, dan menyusun strategi sesuai minat dan bakat siswa. Disimpulkan bahwa keterampilan mengadakan variasi mengajar jika ditingkatkan dapat secara signifikan memengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan. 
Utilization of Wordwall Learning Media to Increase Interest and Motivation of Grade 3 Students in Learning IPAS SD 6 Panjer Ujwalita, Amaranggana; Nurdianti, Anggraeni Putri; Novia, Dwi Hana; Wijayanti, Murwani Dewi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92640

Abstract

Pendidikan berkualitas dapat dicapai melalui penerapan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media pembelajaran Wordwall serta bertujuan meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa kelas 3 pada pembelajaran IPAS di SD 6 Panjer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 3 sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran Wordwall memberikan dampak positif terhadap pembelajaran yang dilakukan siswa dan dapat meningkatkan minat serta motivasi belajar siswa kelas 3 SDN 6 Panjer. Oleh karena itu diharapkan guru dapat mengintegrasikan lingkungan belajar berbasis wordwall dalam praktik pembelajaran guna merangsang minat dan motivasi belajar materi IPAS siswa di sekolah dasar.
Implementasi STEAM untuk Meningkatkan Kreativitas pada Mata Pelajaran IPAS Sekolah Dasar Ujwalita, Amaranggana; Suryandari, Kartika Chrysti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.115180

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut pengembangan kreativitas sebagai bagian dari keterampilan 4C. Namun, berdasarkan hasil observasi pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru, kurang memanfaatkan teknologi, dan belum mendorong siswa menghasilkan produk yang kreatif sehingga kreativitas dalam pembelajaran IPAS masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui implementasi pendekatan STEAM dalam pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Sidoharjo. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan penilaian produk kreatif siswa, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan STEAM terbukti dapat meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran IPAS pada siswa sekolah dasar. Selain itu, ketercapaian penerapan setiap aspek STEAM juga mengalami peningkatan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan STEAM terbukti dapat meningkatkan kreativitas pada pembelajaran IPAS dan dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis yaitu berkontribusi pada pengembangan kajian ilmiah mengenai pendekatan STEAM untuk meningkatkan kreativitas dan implikasi praktis yaitu menjadi pertimbangan guru untuk meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran IPAS dengan mengimplementasikan pendekatan STEAM serta pembelajaran menjadi lebih aktif, variatif, dan menyenangkan.