Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan dan Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Dasar Limbah sebagai Alternatif Pengganti Pupuk Kimia Desa Karangpule Kecamatan Sruweng Widayanti, Ria; Hamzah, Latif Nur; Ramadhani, Nenden Mutiara; Hastuti, Tri Wahyuni; Faizatun, Kuni; Rahmadhani, Setiyawati; Kinasih, Westu Sedya; Nadiatussalma, Nadiatussalma; Chilmi, Mufidatul; Hayati, Radina Milla; Wijayanti, Murwani Dewi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.103095

Abstract

Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesuburan tanah, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti Pupuk Organik Cair (POC). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Karangpule dalam pembuatan serta pemanfaatan POC sebagai solusi pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan POC dengan bahan limbah organik yang mudah ditemukan. Hasil yang diperoleh dalam sosialisasi ini berupa data kualitatif dan tanggapan peserta terhadap sosialisasi pembuatan POC berbahan dasar limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, yang terlihat dari perbedaan skor pretest dan posttest. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan POC dengan baik dan memahami manfaatnya bagi pertanian. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Analysis of Differentiated Learning Methods in Improving Student Learning Outcomes in 21st Century Learning Widayanti, Ria; Rahmadhani, Setiyawati; Hastuti, Tri Wahyuni; Wijayanti, Murwani Dewi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92116

Abstract

Di era abad 21, siswa dituntut untuk memiliki berbagai macam keahlian dan kecakapan yang kompleks yang mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Penelitian ini memiliki untuk menganalisis secara komprehensif metode pembelajaran berdiferensiasi dalam peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran abad 21. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) untuk menjamin transparansi dan reproduksibilitas hasil penelitian, yang mencakup pengumpulan data dari artikel jurnal ilmiah, literatur, dan publikasi lainnya yang sesuai sebagai sumber penelitian. Hasil pada penelitian ini mengindikasikan bahwsanya pembelajaran berdiferensiasi mampu memberikan peningkatan pada hasil belajar siswa secara signifikan dalam menguasai keterampilan abad 21. Hal ini dikarenakan metode ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar siswa. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berdiferensiasi sangat efektif dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran abad 21.
Studi Literatur: Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis IPAS Siswa Sekolah Dasar Hastuti, Tri Wahyuni; Salimi, Moh.
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107476

Abstract

Along with the development of the era and the demands of the 21st century, student competencies must be developed, especially in 4C skills. This study comprehensively aims to analyze in depth the implementation of the guided inquiry learning model in the context of science learning in Elementary Schools and identify its effectiveness in improving students' critical thinking skills. This study adopts a qualitative approach with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) framework to ensure transparency and reproducibility of findings. Data collection was carried out through searching various sources, including scientific journal articles, relevant literature, and other publications. The results of this study state that the guided inquiry model has a significant contribution to improving the critical thinking skills of elementary school students in science. This is because it allows students to process and analyze information, thus producing something new to existing concepts. Therefore, the application of the guided inquiry learning model in the context of science learning is an important step in improving the critical thinking skills of elementary school students.Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan abad ke-21, kompetensi siswa harus dikembangkan khususnya pada keterampilan 4C. Penelitian ini secara komprehensif bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam konteks pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar dan mengidentifikasi efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan kerangka kerja PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) untuk memastikan transparasi dan reproduksibilitas temuan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran berbagai sumber, termasuk artikel jurnal ilmiah, literatur yang relevan, dan publikasi lainnya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa model ikuiri terbimbing memiliki kontribusi signifikan dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis IPAS siswa Sekolah Dasar. Hal ini dikarenakan memungkinkan siswa untuk mengolah dan menganalisis informasi, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru terhadap konsep yang ada. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam konteks pembelajaran IPAS menjadi langkah penting dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar.