Perkembangan permukiman di kawasan peri-urban merupakan fenomena yang terjadi seiring perkembangan suatu kota yang sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan penggunaan lahan warganya. Kebutuhan lahan yang semakin meningkat menyebabkan perkembangan permukiman meluas menuju kawasan peri-urban. Kawasan peri-urban Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, merupakan kawasan yang terdampak ekspansi perkotaan Kota Surakarta yang telah terlalu padat. Kecamatan Baki memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dibandingkan kawasan peri-urban Kota Surakarta lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor utama penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Faktor-faktor penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban berdasarkan penelitian terdahulu yaitu faktor aksesibilitas, faktor demografi, faktor konversi penggunaan lahan, faktor kebijakan penggunaan lahan, serta faktor sarana penunjang perumahan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis geospasial dengan menggunakan data sekunder serta dipadukan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner terhadap stakeholder. Analisis overlay peta dilakukan dengan cara tumpang tindih beberapa peta untuk mendapatkan informasi terkait faktor penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Selanjutnya, analisis AHP dilakukan dengan menghitung bobot tertinggi dari hasil kuesioner untuk kemudian dilakukan pemeringkatan guna mendapatkan faktor utama penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2003 hingga 2023, perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki mengalami perluasan 72 ha. Hasil penelitian juga menunjukkan pemeringkatan faktor utama penyebab perkembangan permukiman yaitu faktor kebijakan penggunaan lahan, faktor persebaran sarana pendidikan, faktor persebaran jalan, faktor sarana perbelanjaan, dan faktor sarana kesehatan.