p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekosains
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sifat Fisika dan Kimia Air Sungai Tempuran Langsur-Samin pada Tata Guna Lahan yang Berbeda Zahra, Jasmine Aisyah
Ekosains Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Langsur dan Sungai Samin merupakan anak sungai dari Sungai Bengawan Solo dimana banyak perbedaan penggunaan lahan di sekitar aliran sungai mulai dari kawasan industri, pemukiman, dan pertanian. Penelitian ini menganalisis adanya pengaruh perbedaan penggunaan lahan terhadap kualitas air sungai yang diukur berdasarkan 2 jenis parameter kualitas air, yaitu parameter fisika dan kimia yang terdiri atas suhu, DO (Dissolved Oxygen), TDS (Total Dissolve Solid), dan pH (Potensial of Hydrogen). Pengukuran kualitas air dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa HORIBA U-50 (Multiparameter Water Quality Checker). Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi 2 kawasan berdasarkan penggunaan lahannya. Hasil data primer yang telah diambil kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari penelitian terdahulu. Hasil data pengukuran kualitas air dianalisis dengan mengacu pada PP No 22 Tahun 2021 dan PP No 82 Tahun 2001. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, ditemukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan lahan terhadap kualitas air sungai, salah satunya didapat dari hasil  pengambilan sampel air di stasiun pemantauan pada area kawasan industri alkohol yang menghasilkan angka yang lebih rendah/tinggi dari ambang batas kualitas air sungai, antara lain: kadar pH air yang lebih asam yaitu 6,85 dari baku mutu 6,5-8,5; suhu air lebih tinggi 31,17℃ dari baku mutu suhu air yaitu 22-28⁰C; kadar DO lebih rendah yaitu sebesar 3,27 mg/L dari baku mutu 8,4 mg/L; kadar TDS sebesar 379 mg/L dari baku mutu 1000 mg/L.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KUALITAS FISIK AIR TANAH DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KECAMATAN BANJARSARI) Ally, Haydar; Kusuma, Alvina Novelinda; Dwiki, Anggi; Charsyah, Ceciliana; Digta, Chandra; Gestan, DistayanaAlda; Meilani, Farah; Zahra, Jasmine Aisyah; Alfiyah, Lunetta Khalis
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Banjarsari merupakan salah satu kecamatan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia dengan penduduk mencapai 168.873 jiwa pada tahun 2021. Kecamatan Banjarsari menjadi peringkat ketiga dengan penduduk terbanyak di Kota Surakarta. meningkatnya jumlah penduduk maka semakin banyak permintaan kebutuhan air tanah. Kebutuhan air yang terus meningkat dan tidak diimbangi dengan ketersediaan air dapat memicu konflik. Penurunan kuantitas diikuti oleh penurunan kualitas air tanah, berdampak pada fungsi air tanah yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Identifikasi kualitas fisik dan kuantitas air tanah dapat menggunakan bantuan Sistem Informasi Lingkungan (SIL). Penyusunan peta merupakan bentuk penyajian basis data lingkungan yang bermanfaat dalam pengambilan kebijakan terhadap pembangunan. Penelitian ini dilakukan pada Kecamatan Banjarsari. Metode pengumpulan data dilakukan secara observasi secara langsung, wawancara pihak terkait, pengambilan dan uji sampel. Data sekunder digunakan studi literatur yang dapat mendukung penelitian dan dilakukan pencarian data kepada pihak terkait diantaranya yaitu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan kelurahan yang berada pada Kecamatan Banjarsari. Analisis data pemetaan D3TLH dengan tahapan awal pemetaan yaitu pembuatan peta status air tanah dari setiap kelurahan yang diteliti. Analisis ketersediaan air dan kebutuhan akan air yang ditekankan pada daya dukung dan daya tampung air yang belum terlampaui atau telah terlampaui. kebutuhan air total di Kecamatan Banjarsari yaitu 20.498.209 m3/tahun. Kualitas air tanah dari 15 kecamatan, 4 kecamatan memiliki kualitas air berbahaya bagi kesehatan. 11 kecamatan sisanya tergolong air bersih. supply-demand air tanah di Kecamatan Banjarsari tergolong surplus. Hal tersebut mengartikan bahwa kebutuhan air di Kecamatan Banjarsari terpenuhi dari beberapa peruntukkan kebutuhan yaitu peruntukkan untuk kebutuhan domestik dan kegiatan ekonomi.