Masalah Pendidikan secara umum semakin rumit, bertambah banyak dan komplek. Salah satu permasalahan Pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu Pendidikan pada setiap jenjang satuan Pendidikan. Berbagai indikator mutu Pendidikan belum menunjukan peningkatanyang berarti. Sebagian sekolah terutama di kota-kota menunjukkan peningkatan Pendidikan yang cukup menggembirakan, tetapi yang lainnya masih memprihatinkan. Rendahnya mutu Pendidikan di sekolahdisebabkan oleh beberapa faktor antara lain: (a) Rendahnya sarana fisik sekolah; (b). Rendahnya kualitas guru; (c). Kurangnya pemerataan Pendidikan; (d). Rendahnya relevansi Pendidikan dengan kebutuhan; (e). Mahalnya biaya Pendidikan. Salah satu faktor mendasar yang menentukan tercapainya tujuan pendidikan nasional diatas adalah guru. Peran guru menjadi salah satu komponen yang penting dan strategis melalui kinerjanya. Kinerja guru sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan menentukan tinggi rendahnya mutu pendidikan, akan tetapi kinerja guru ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar individu yang bersangkutan. Adapun kegiatan pelatihan ini dilaksanakanmerupakan sebuah upaya meningkatkan kompetensi guru agar bisa melaksanakan tugas-tugas pengabdiannya kepada bangsa dan Negara dengan baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 6 bulan yang terbagi dalam tiga tahap yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap pendampingan dan tindak lanjut. Tahap perencanaan telah ditetapkan hal-hal sebagai berikut: tempat/lokasi kegiatan dipilih di Yayasan Darul Ash-Shiddiqin Lombok desa Sepapan, Kecamatan JerowaruKabupaten Lombok Timur. Jenis kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru dalam implementasi kurikulum Merdeka. Tahap pelaksanaan berupa penyajian materi secara teori selama 2 kali pada bulan pertama dan dilanjutkan dengan pendampingan selama 5 bulan yang dibantu oleh mahasiswa UNDIKMA program Studi PLS berjumlah 3 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman baru kepada para guru khususnya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, terutama dalam penggunaan sumber belajar yang sesuai dengan potensi local, penilaian kinerja Produk, Proyek, Portofolio dan Penilaian Sikap dan penilaian kinerja. Hal ini dikarenakan masih banyaknya guru yang menilai kinerja siswa tidak menggunakan rubrik penilaian.