Ade Firma Handriyani Putri
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Metakognisi Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar dalam Memecahkan Masalah Matematika Bangun Ruang dalam Perspektif Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Ade Firma Handriyani Putri; Dwi Ratna Sulistyowati; Mustika Fittari; Julianto Julianto; Wiryanto Wiryanto
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 33 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v33i12024p26-39

Abstract

This study aims to determine the metacognition activities of elementary school students in solving Mathematics problems in geometric materials. This research is qualitative descriptive with a case study design. The subjects were six fifth-grade students. Data collection techniques by conducting task-based interviews on mathematical problem-solving questions, and documentation studies on students' work results for analysis. The collected data was analyzed by reducing data, and presented as a narrative. The results showed that the subjects showed metacognition activities and carried out the entire problem-solving process, but it was not fully constructed. It can be seen in several stages of indicators of metacognition activity that they can’t do well. This is reviewed from the perspective of Jean Piaget's developmental theory which shows that the subject is still at the stage of concrete operational cognitive development so that the subject can’t present new strategies in terms of formulas and methods obtained previously. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas metakognisi peserta didik sekolah dasar dalam memecahkan masalah Matematika pada materi bangun ruang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah enam anak peserta didik kelas 5 SD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas pada pertanyaan pemecahan masalah matematika, serta melibatkan studi dokumentasi pada hasil pekerjaan peserta didik untuk dianalisis. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan melakukan reduksi data, kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian menunjukkan aktivitas metakognisi dan melakukan seluruh proses pemecahan masalah, namun belum terkonstruksi dengan sempurna. Hal ini dapat dilihat pada beberapa tahap indikator aktivitas metakognisi yang tidak dapat mereka lakukan dengan baik. Hal ini ditinjau dari perspektif teori perkembangan Jean Piaget yang menunjukkan bahwa subjek masih berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret sehingga belum memiliki kapasitas untuk menyajikan strategi baru dalam hal formula dan metode yang diperoleh sebelumnya.
Number Sense and Mental Arithmetic in Terms of Mathematical Ability: A Case Study on Elementary School Students Ade Firma Handriyani Putri; Neni Mariana; Rooselyna Ekawati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v35i12026p100-118

Abstract

Abstract: This descriptive qualitative case study examines the number-sense and mental-arithmetic profiles of six fifth-grade students across varying mathematical ability levels. Data were collected through written tests, semi-structured interviews, and work documentation, then analyzed using data reduction, display, and verification. Findings revealed that high-ability students demonstrated mastery through flexibility, accuracy, and efficiency. Moderate-ability students met most criteria but showed inconsistencies with complex tasks, while low-ability students faced substantial difficulties and displayed unstable strategies. These results emphasize the necessity of differentiated instruction. To foster foundational numerical competencies, teachers should implement regular mental math activities, such as daily number discussions, to practice flexible estimation. Furthermore, providing scaffolded support—such as gradually reducing the use of scratch paper—is essential for low-ability students to alleviate mental strain and strengthen memory for mental calculations. This structured approach ensures effective development of mathematical proficiency across all student profiles. This approach ensures foundational numerical competencies are developed effectively across all student profiles. Abstrak: Studi kasus kualitatif deskriptif ini mengkaji profil pemahaman bilangan dan perhitungan mental pada enam siswa kelas lima dengan tingkat kemampuan matematika yang beragam. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi hasil pekerjaan, kemudian dianalisis dengan metode reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi menunjukkan penguasaan melalui fleksibilitas, akurasi, dan efisiensi. Siswa dengan kemampuan sedang memenuhi sebagian besar kriteria namun menunjukkan ketidakkonsistenan dalam mengerjakan tugas-tugas kompleks, sementara siswa dengan kemampuan rendah menghadapi kesulitan yang cukup besar dan menerapkan strategi yang tidak konsisten. Hasil ini menekankan pentingnya penerapan pembelajaran diferensiasi. Untuk mengembangkan kompetensi numerik dasar, guru sebaiknya menerapkan latihan rutin berhitung di luar kepala tanpa menggunakan alat bantu, seperti diskusi seputar angka, guna melatih kemampuan memperkirakan angka secara fleksibel. Selain itu, pemberian dukungan bertahap—seperti secara bertahap mengurangi penggunaan kertas coretan untuk berhitung—sangat penting bagi siswa dengan kemampuan rendah untuk mengurangi beban mental dan memperkuat daya ingat dalam melakukan perhitungan mental. Pendekatan terstruktur ini memastikan pengembangan kemampuan matematika yang efektif pada semua profil siswa. Pendekatan ini memastikan kompetensi numerik dasar dikembangkan secara efektif pada semua profil siswa.