Rahmi Larasati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Dukungan dan Peran Suami pada Ibu Hamil Hipertensi Gestasional Mencegah Terjadinya Preeklampsia di Desa Bangun Rejo Tahun 2024 Damayanty S; Ade Rachmat Yudiyanto; Marta Armita Br Silaban; Rahmi Larasati; Rauni Gultom
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v2i2.340

Abstract

Hypertension is a disease that can harm pregnant women. Hypertension associated with pregnancy is referred to as gestational hypertension. Pregnancy-related hypertension is defined as hypertension that develops after 20 weeks of pregnancy in a mother who is known to have normal blood pressure, or has normal blood pressure, and does not exhibit severe proteinuria or other symptoms of preeclampsia. If the mother's blood pressure rises above 140/90 mmHg at least twice a week after resting, then it is certain that she is suffering from hypertension. 18 When blood pressure increases to 140/90 mmHg during pregnancy, or when systolic and diastolic pressure increase by 30 and 15 mmHg, respectively, above the normal limit, this is called hypertension. Preeclampsia/eclampsia, gestational hypertension, chronic hypertension with preeclampsia, and chronic hypertension are the four forms of hypertension known to occur during pregnancy. Husband's support has a significant impact on fulfilling her physical and emotional needs. This is especially true for first-time mothers because their experience and understanding of pregnancy is different from adult pregnant women. When compared with adult pregnancies, teenage mothers tend to be more aggressive, depressed and anxious. In addition to psychological and emotional states that are influenced by physical changes, mothers who experience a lack of family attention also experience fear, anxiety and anxiety related to childbirth.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil: Literature Review Tiurma Novelin Sitohang; Erin Padila Siregar; Zulkarnain Batubara; Rosida Nasution; Rahmi Larasati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60168

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang masih menjadi perhatian dalam bidang kesehatan ibu dan anak. KEK ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm dan dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, bayi berat lahir rendah (BBLR), persalinan prematur, stunting, serta komplikasi kehamilan lainnya. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya KEK, seperti pengetahuan ibu hamil, status ekonomi, asupan gizi, riwayat penyakit kronis, dan paritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan pada tahun 2021–2026. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan pendekatan Narrative Review. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah dari database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda, dan Semantic Scholar. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis hasil penelitian terkait faktor risiko kejadian KEK pada ibu hamil. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejadian KEK pada ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu rendahnya tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi kehamilan, status ekonomi keluarga yang rendah, asupan gizi yang tidak mencukupi, adanya riwayat penyakit kronis, serta paritas yang tinggi. Dari berbagai penelitian yang direview, faktor asupan gizi dan status ekonomi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Selain itu, kurangnya pengetahuan gizi dan tingginya paritas juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko KEK.