Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep hifz al-bi'ah dalam Islam sebagailandasan etis pengelolaan sampah dan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya pascatragedilongsor TPST Bantargebang tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatankualitatif dengan metode systematic literature review terhadap berbagai sumber, meliputi Al-Qur'an, hadis, kitab fikih, jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, dan pemberitaan resmi yangrelevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hifz al-bi'ah merupakan pengembangan darikerangka maqāṣid al-syarī‘ah yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai unsurpenting dalam menjaga jiwa, akal, keturunan, harta, dan agama. Tragedi longsor TPSTBantargebang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang buruk tidak hanyamenimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat danmencerminkan kegagalan penerapan prinsip-prinsip Islam seperti khalifah, mīzān, laranganfasad, dan taharah. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai hifz al-bi'ah kedalam kebijakan lingkungan, pendidikan, dan partisipasi masyarakat berpotensi memperkuatsistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berkeadilan ekologis. Dengan demikian,hifz al-bi'ah tidak hanya relevan secara teologis, tetapi juga memiliki kontribusi praktis dalammenjawab tantangan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Indonesia.Kata kunci: hifz al-bi'ah; pengelolaan sampah; kesehatan masyarakat.