Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENERAPAN AKAD IJARAH PADA PEMBIAYAAN MULTI JASA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Uswatun Hasanah; Rahmat Hidayat; Muhammad Zali
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i2.1315

Abstract

Economic activities are increasingly complex along with the development of people's economic needs in modern times. Currently, there are many non-bank Islamic Financial Institutions that can help meet the needs of the consumptive community, such as the needs of members in the health and education sectors using ijarah contracts. The implementation is that the Islamic Financial Institution provides funds to members for education and hospital expenses, after which the members pay the Islamic Financial Institution in installments with a predetermined ujrah. After the author observes the implementation of ijarah contracts that are applied in multi-service financing such as education and health costs, these practices are not in accordance with Islamic law, because the meaning of services in ijarah contracts practiced by financial institutions is that service products owned by financial institutions are not services that are performed. by other parties.
Student Smoking Behaviour and Cigarette Advertisements Around School and Home: A study in Tebing Tinggi City Abdi Mubarak Syam; Muhammad Zali; Putra Apriadi Siregar; Apriliani Apriliani; Sarah Fadhila Siregar; Desty Adinda; Abdillah Ahsan; Nadira Amalia; Diva Nada Rizki Nuzlan
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.21312

Abstract

Backgrounds: Indonesia is the second-largest cigarette market in the world, with an increased smoking rate among young people aged 10-18 years. The latest data show that smoking is increasingly common in youth. Tobacco control will reduce public demand for tobacco products, especially if the supply of tobacco can be limited. Methods: This study, conducted in Tebing Tinggi City, North Sumatra Province, aimed to collect data on the density of cigarette sellers around schools and their impact on students' smoking behavior. The research involved 1914 students from 10 schools, examining factors such as smoking laws, age at first smoking, daily cigarette consumption, location, and advertisements. The study used a cross-sectional design, GPS coordinates, QGIS 3.0 analysis, and in-depth interviews with a Tebing Tinggi City Health Office representative. The findings will be analyzed using the JASP computer program. Results: The study shows that 8.2% of adolescents in Tebing Tinggi City have never smoked, with mixed views on the smoking law. The majority do not smoke, with varying smoking rates and exposure to cigarette advertisements. The study also found a high density of cigarette sellers in junior and senior high schools, indicating a lack of awareness about smoking. Conclusions: Most adolescents in Kota Tebing Tinggi do not smoke, with mixed views on the smoking law. They are exposed to cigarette advertisements in school and home environments, with vendors providing easy access. Increased awareness and effective law enforcement are needed to control cigarette advertising and sales.
Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Membangun Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Arlina Hariyani Nasution; Dinda Ashari; Nayla Amelia; Kaila Zahara Hasibuan; Muhammad Zali
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8684

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dalam perspektif Islam, kebersihan dan kesehatan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari ajaran agama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Islam dalam membangun Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2026 dan memenuhi kriteria inklusi. Proses pencarian literatur dilakukan melalui berbagai basis data ilmiah dengan fokus pada penelitian yang membahas nilai-nilai Islam, PHBS, promosi kesehatan, sanitasi, dan perilaku kesehatan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam, khususnya konsep thaharah, praktik ibadah seperti wudhu, konsumsi makanan halal dan thayyib, serta pendidikan dan promosi kesehatan berbasis Islam berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan masyarakat. Selain itu, lembaga pendidikan Islam, pesantren, masjid, dan kader kesehatan berbasis Islami memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan perilaku hidup bersih dan sehat. Seluruh penelitian intervensi yang dianalisis menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan perilaku kesehatan dan kualitas lingkungan. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Islam dalam program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
KONTRIBUSI NILAI-NILAI ISLAM TERHADAP PERILAKU GIZI SEIMBANG DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) Muhammad Zali; Lisa Maharani Rizki; Riska Wahyuni Hasibuan; Saschia Amanda; Sarah Atikah; Taufik Hidayat Hasibuan; Wilda Simangunsong
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi serius di Indonesia, dengan prevalensi yang memerlukanintervensi multisektoral secara komprehensif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagaspemerintah pada tahun 2025 merupakan salah satu upaya strategis dalam mengatasi stunting melaluipemenuhan gizi anak usia dini dan ibu hamil. Di sisi lain, nilai-nilai Islam memiliki potensi besar sebagailandasan normatif dalam membentuk perilaku gizi seimbang di kalangan masyarakat Muslim Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi nilai-nilai Islam terhadap pembentukan perilaku giziseimbang serta relevansinya dalam mendukung implementasi Program MBG sebagai upaya pencegahanstunting. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap 25 artikel ilmiah dari jurnalnasional terakreditasi SINTA dan repositori ilmiah terpercaya, yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ajaran Islam tentang halalan thayyiban, kewajiban menjagakesehatan, dan prinsip keseimbangan (tawazun) secara substansial berkontribusi dalam membentuk polamakan sehat yang selaras dengan rekomendasi gizi modern. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan kedalam program MBG melalui pendekatan berbasis komunitas keagamaan dan edukasi gizi berperspektifIslam. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara lembaga keagamaan, tenagakesehatan, dan pemerintah dalam mengoptimalkan program MBG berbasis nilai-nilai kearifan lokal Islami.Kata Kunci: nilai-nilai Islam, gizi seimbang, stunting, Program Makan Bergizi Gratis, halalan thayyiban
Etika Konsumsi Daging Kurban Dalam Islam Dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Masyarakat: Systematic Literature Review Berbasis Kasus Iduladha 2026 Muhammad Zali; Naila Al Madina; Nur Suci Ramadhana Saragih; Ayu Anastasya; Kiki Asnanti; Risa Ramadhani Panjaitan; Mutiara Rengganis Siregar
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perayaan Iduladha merupakan salah satu momentum keagamaan yang memiliki dimensi ibadah, sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Distribusi dan konsumsi daging kurban setiap tahunnya mengalami peningkatan serta melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Di sisi lain, peningkatan konsumsi daging dalam waktu singkat sering menimbulkan persoalan terkait pola konsumsi yang berlebihan, pengelolaan keamanan pangan, serta rendahnya pemahaman terhadap konsep konsumsi yang sehat dan sesuai etika Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika konsumsi daging kurban dalam perspektif Islam dan mengidentifikasi implikasinya terhadap kesehatan masyarakat melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis kasus Iduladha 2026. Konsumsi daging kurban yang sesuai prinsip Islam berpotensi memberikan manfaat terhadap peningkatan status gizi masyarakat dan penguatan solidaritas sosial. Sebaliknya, konsumsi berlebihan serta pengelolaan distribusi yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan menurunkan nilaiibadah kurban. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara nilai etika Islam dan edukasi kesehatan masyarakat agar pelaksanaan kurban dapat menghasilkan manfaat yang optimal.Kata Kunci: etika konsumsi Islam, daging kurban, kesehatan masyarakat, Iduladha 2026, systematic literature review
KONSEP HIFZ AL-BI'AH DALAM ISLAM SEBAGAI LANDASAN ETIS PENGELOLAAN SAMPAH DAN PERLINDUNGAN KESEHATAN MASYARAKAT: LITERATURE REVIEW PASCA-TRAGEDI LONGSOR TPST BANTARGEBANG 2026 Muhammad Zali; Annisa Ardiyanti Br Tarigan; Sri Rahayu Sukirman; Khaila Salsabila; Putri Widia Rahmadani Rambe; Siti Nurfaiza; Naura Aqilah Rizal
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep hifz al-bi'ah dalam Islam sebagailandasan etis pengelolaan sampah dan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya pascatragedilongsor TPST Bantargebang tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatankualitatif dengan metode systematic literature review terhadap berbagai sumber, meliputi Al-Qur'an, hadis, kitab fikih, jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, dan pemberitaan resmi yangrelevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hifz al-bi'ah merupakan pengembangan darikerangka maqāṣid al-syarī‘ah yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai unsurpenting dalam menjaga jiwa, akal, keturunan, harta, dan agama. Tragedi longsor TPSTBantargebang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang buruk tidak hanyamenimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat danmencerminkan kegagalan penerapan prinsip-prinsip Islam seperti khalifah, mīzān, laranganfasad, dan taharah. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai hifz al-bi'ah kedalam kebijakan lingkungan, pendidikan, dan partisipasi masyarakat berpotensi memperkuatsistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berkeadilan ekologis. Dengan demikian,hifz al-bi'ah tidak hanya relevan secara teologis, tetapi juga memiliki kontribusi praktis dalammenjawab tantangan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Indonesia.Kata kunci: hifz al-bi'ah; pengelolaan sampah; kesehatan masyarakat.
Perspektif Islam terhadap Fenomena Kecanduan Media Sosial dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Muhammad Zali; Nafiza Fadhilatul Ulya Damanik; Emia Enjelita; Zahra Putri Ayuningrat; Nur Salsabila; Zulfadhilah Azzahra; Azzahra Nurfitri Runi Azizah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial telah memberikan berbagai kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan media sosial yang berdampak pada kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, depresi, gangguan tidur, dan menurunnya kualitas interaksi sosial. Fenomena ini menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda yang merupakan pengguna media sosial terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kecanduan media social dan dampaknya terhadap kesehatan mental dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecanduan media sosial dapat dipahami sebagai perilaku berlebihan (israf) yang bertentangan dengan prinsip keseimbangan (wasathiyah) dalam Islam serta berpotensi mengganggu tujuan syariat dalam menjaga akal (hifz al-‘aql) dan jiwa (hifz al-nafs). Islam menawarkan berbagai upaya pencegahan dan penanganan melalui penguatan adab bermedia sosial, tazkiyatun nafs, muhasabah, dan peningkatan kualitas ibadah. Oleh karena itu, integrasi antara pendekatan Kesehatan masyarakat dan nilai-nilai Islam diperlukan untuk mendorong penggunaan media sosial yang lebih sehat dan seimbang di era digital.Kata Kunci: kecanduan media sosial, kesehatan mental, perspektif Islam, kesehatan masyarakat, studi literatur.
PERAN AJARAN ISLAM DALAM MEMBANGUN KESADARAN KESEHATAN LINGKUNGAN Muhammad Zali; Sila Tsabita; Al Khawarizmi; Rahmatul Aini Saragih; Niki Amanda; Zilva Husayri Zulvan; Ririn Alvionita Sitio
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis berbagai hasil penelitian mengenai peran ajaran Islam dalam membangun kesadaran kesehatan lingkungan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan menelaah sepuluh artikel ilmiah nasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2026. Data diperoleh melalui penelusuran pada Google Scholar, SINTA, Portal Garuda, dan jurnal berbasis OJS dengan kata kunci yang berkaitan dengan Islam, kesehatan lingkungan, fiqh lingkungan, dan pendidikan lingkungan Islam. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, skrining, kelayakan, ekstraksi data, dansintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Islam memiliki kontribusi yang komprehensif dalam membangun kesadaran kesehatan lingkungan melalui tiga dimensi utama, yaitu dimensi teologis, normatif, dan praktis. Dimensi teologis diwujudkan melalui konsep tauhid, khalifah, amanah, dan hifz al-bi'ah yang membangun kesadaran spiritual terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Dimensi normatif diwujudkan melalui fikih lingkungan dan hukum Islam yang menjadi pedoman etis dalam pengelolaan lingkungan. Sementara itu, dimensi praktis tercermin melalui pendidikan Islam, program eco-pesantren, penguatan kurikulum, serta berbagai gerakan sosial-keagamaan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Dengan demikian, ajaran Islam memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku masyarakat yang peduli terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup.Kata kunci: Ajaran Islam; Kesehatan Lingkungan; Kesadaran Lingkungan.
Etika Tenaga Medis dalam Perspektif Fiqih Kesehatan Islam Muhammad Zali; Shely; Naysila Prasetio; Rasya Ramadhan; Michel Anatasya Ramadhan; Rifqi Riyadhul Jinan; Maya Dwi Harianti
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika medis adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam memberikan layanan kesehatan. Islam mengakui praktik medis bukan sekadar sebagai sarana untuk mencari nafkah, tetapi sebagai profesi yang melibatkan tanggung jawab sebuah amanah dan sebuah ibadah yang menuntut kepatuhan terhadap ketentuan syariah. Fiqh Kesehatan adalah salah satu disiplin yang menyediakan kerangka normatif untuk hubungan dan interaksi antara praktisi medis, pasien, dan masyarakat, yang berlandaskan pada Al-Qur'an, Sunnah, prinsip-prinsip syariah, dan tujuan-tujuan (maqāṣid) syariah. Artikel ini adalah upaya untuk mengeksplorasi area etika medis, sebagai salah satu dari sedikit persimpangan interdisipliner dan intradisipliner dari fiqh kesehatan Islam, prinsip-prinsip etika medis, hak dan kewajiban praktisi medis, dan persimpangan antara praktisi dan profesi dengan praktik medis modern. Metodologi penelitian terbatas pada survei pustaka dan pendekatan normatif-filosofis. Temuan menunjukkan bahwa keadilan, amanah, kebaikan bersama, dan perlindungan kehidupan (ḥifẓ al-nafs) sebagai prinsip utama etika praktik medis, adalah nilai-nilai fiqh kesehatan Islam yang menjadikannya penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam tanggung jawab profesional dan moral praktisi di zaman modern.Kata Kunci: Etika Medis, Tenaga Medis, Fiqih Kesehatan, Islam, Maqāṣid al-Syarī‘ah
Hukum Penggunaan Vaksin dalam Perspektif Fiqih Kesehatan Hafiz Akbar; Muhammad Wahyudi Berutu; Annisa Br Bangun; Meysila Asty Pratiwi; Jalwa Azna Sitompul; Nafiza Rizky Ramadhani Lubis; Muhammad Zali
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksinasi sebagai upaya pencegahan bertujuan untuk menghentikan penyebaran penyakit menular dan melindungi kehidupan manusia. Meskipun vaksin secara medis terbukti aman dan efektif, ada perdebatan di kalangan komunitas Muslim tentang status hukum vaksin, terutama yang berkaitan dengan status halal bahan-bahan, proses produksi, dan urgensi penggunaan vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan vaksin dalam konteks fiqh kesehatan dengan menggunakan prinsip-prinsip penalaran hukum dalam Islam, aturan fiqh, dan pendapat para Ulama Muslim serta lembaga fatwa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang bersifat normatif-kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa secara konsensus, vaksinasi diperbolehkan dan dalam beberapakeadaan, mungkin diwajibkan untuk melindungi kehidupan (hifz al-nafs) dan tidak menyebabkan bahaya yang lebih besar. Penelitian ini berharap dapat berkontribusi pada pemahaman vaksinasi sebagai upaya hukum untuk melindungi kesehatan masyarakat.Kata kunci: vaksin, fiqih kesehatan, hukum Islam, maqashid syariah, imunisasi