Khaila Salsabila
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP HIFZ AL-BI'AH DALAM ISLAM SEBAGAI LANDASAN ETIS PENGELOLAAN SAMPAH DAN PERLINDUNGAN KESEHATAN MASYARAKAT: LITERATURE REVIEW PASCA-TRAGEDI LONGSOR TPST BANTARGEBANG 2026 Muhammad Zali; Annisa Ardiyanti Br Tarigan; Sri Rahayu Sukirman; Khaila Salsabila; Putri Widia Rahmadani Rambe; Siti Nurfaiza; Naura Aqilah Rizal
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep hifz al-bi'ah dalam Islam sebagailandasan etis pengelolaan sampah dan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya pascatragedilongsor TPST Bantargebang tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatankualitatif dengan metode systematic literature review terhadap berbagai sumber, meliputi Al-Qur'an, hadis, kitab fikih, jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, dan pemberitaan resmi yangrelevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hifz al-bi'ah merupakan pengembangan darikerangka maqāṣid al-syarī‘ah yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai unsurpenting dalam menjaga jiwa, akal, keturunan, harta, dan agama. Tragedi longsor TPSTBantargebang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang buruk tidak hanyamenimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat danmencerminkan kegagalan penerapan prinsip-prinsip Islam seperti khalifah, mīzān, laranganfasad, dan taharah. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai hifz al-bi'ah kedalam kebijakan lingkungan, pendidikan, dan partisipasi masyarakat berpotensi memperkuatsistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berkeadilan ekologis. Dengan demikian,hifz al-bi'ah tidak hanya relevan secara teologis, tetapi juga memiliki kontribusi praktis dalammenjawab tantangan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Indonesia.Kata kunci: hifz al-bi'ah; pengelolaan sampah; kesehatan masyarakat.
Analysis of Early Intervention Systems for War-Related Trauma in the Middle East: (A Programmatic Synthesis) Nurzahara Sihombing; M. Agung Rahmadi; Naila Al Madina; Zulpiani Br Sipayung; Khaila Salsabila; Helsa Nasution; Luthfiah Mawar; Andine Mei Hanny
Jurnal Ventilator Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v3i4.2128

Abstract

This study critically examines the effectiveness of early intervention programs in addressing war-related trauma in the Middle East by meta-synthesizing forty-seven interventions implemented between 2010 and 2024. The analysis demonstrates that cognitive behavioral therapy (CBT) based interventions achieved a success rate of 78.3 percent with p value less than 0.001 in reducing post-traumatic stress disorder symptoms, with an effect size of d equal to 0.86 indicating substantial therapeutic strength. Group based interventions showed higher effectiveness (83.2 percent) than individual approaches (71.5 percent), and programs involving family support yielded better recovery outcomes (84.7 percent) than those without family involvement (69.3 percent). Regression analysis identified three primary predictors of successful intervention outcomes, namely intervention duration (beta 0.42, p value less than 0.001), therapist cultural competence (beta 0.38, p value less than 0.001), and the integration of social support systems (beta 0.35, p value less than 0.001). These findings expand on prior studies by Ennis et al. (2020) and Mawar et al. (2025), which were limited to evaluating CBT effectiveness, and also reinforce the significance of cultural dimensions and social support systems as critical determinants. In contrast to the meta analysis by Nocon et al. (2017), which reported an effectiveness rate of 65 percent for individual interventions, the present study reveals the superiority of group based approaches in communal Middle Eastern societies. The novelty of this study lies in its comprehensive identification of culturally sensitive determinants of early intervention success and the formulation of an integrative model positioning family support as an essential component in protocols for war-related trauma care.