Kemampuan berbahasa siswi MTs. Nahdlatun Nasyiin Putri belum memenuhi harapan. Hal ini disebabkan metode yang digunakan guru kurang efektif. Guru masih bergantung pada media kamus dan kartu pintar dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa pada makna kata. Hal ini menyebabkan pemahaman siswa terhadap kata-kata sulit dalam berbahasa kurang optimal. Siswa cukup memakan waktu untuk mencari kata-kata sulit dalam kamus, waktu selama 2 jam pelajaran tidak optimal. Maka dibutuhkan metode yang sesuai dan lebih efektif untuk pemahaman siswa. Metode yang digunakan dalam meningkatkan pemahaman tersebut adalah metode petunjuk konteks. Metode petunjuk konteks adalah metode yang digunakan dalam pengajaran kosakata untuk menduga, mengira-ngira, membayangkan makna suatu kata asing tanpa kamus. Makna kata memiliki makna yang berbeda-beda berdasarkan konteks kalimat. Oleh sebab itu, petunjuk konteks memiliki peranan penting dalam menentukan makna kata. Selain dapat memahami makna kata yang terdapat dalam bacaan, petunjuk konteks juga dapat meningkatkan keterampilan membaca.Proses pembelajaran berbahasa pemahaman kata-kata sulit melalui pendekatan petunjuk konteks dan hasil pembelajaran yang diperoleh siswa sebelum dan setelah tindakan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs. Nahdlatun Nasyiin Putri dan Guru Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami kata-kata sulit mengalami peningkatan setelah diterapkan pendekatan petunjuk konteks dalam pembelajaran membaca. Sebelum tindakan dilakukan, kemampuan siswa masih tergolong rendah. Setelah penerapan tindakan pada siklus pertama, kemampuan siswa mulai mengalami peningkatan. Pada siklus kedua, peningkatan tersebut terlihat semakin baik dan signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan petunjuk konteks efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, khususnya dalam memahami kata-kata sulit