Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Upaya Guru Dalam Menangani Perilaku Maladaptif Anak Usia Dini Melalui Intervensi Dini Siti Fatimah Eka Ariani; Shubuha Nisrina Aushofia; Adelia Alfina Febryani; Rizca Naura Intan Anggraheni; Nurul ‘Ilmi Azizah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru dalam menangani perilaku maladaptif anak usia dini melalui intervensi dini di TK Pertiwi Tarubasan 2, Klaten. Perilaku maladaptif pada anak usia dini dapat mengganggu proses pembelajaran serta perkembangan sosial-emosional anak apabila tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas sebagai informan utama, serta kepala sekolah dan orang tua sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku maladaptif yang sering muncul meliputi tantrum, berkelahi, menjahili teman, menyembunyikan barang, kurang fokus, dan perilaku menyendiri. Guru menangani perilaku tersebut dengan pendekatan humanis melalui komunikasi persuasif, kegiatan sharing, pendampingan emosional, pemberian kesempatan anak menenangkan diri, serta pengalihan aktivitas ke kegiatan positif. Selain itu, sekolah melaksanakan program intervensi dini berupa kegiatan parenting setiap semester dan komunikasi aktif dengan orang tua melalui grup WhatsApp. Kendala yang ditemukan yaitu perbedaan pola asuh di rumah, kurangnya pemahaman sebagian orang tua tentang konsep pembelajaran PAUD berbasis bermain, serta kebiasaan penggunaan gadget yang sulit dikendalikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya guru melalui intervensi dini dapat membantu mengurangi perilaku maladaptif anak, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kerja sama yang konsisten antara sekolah dan orang tua.
Pendampingan Juwiring Folk Festival sebagai Upaya Pelestarian Permainan Tradisional dan Penguatan Kreativitas Anak di Juwiring Arif Prasetiyawan; Mochamad Noval Bustanul Abidin; Bunga Merizka Anggraini; Bintang Dini Arsyta; Siti Auliya; Kahfi Muhammad; Saskia Eka Ramadhani; Siti Fatimah Eka Ariani; Maysa Salma Eka Nugraheni; Tri Sulistyowati; Clarista Yusi Grelady Putri; Muh Islakhul Aula
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 4 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i4.2303

Abstract

The rise of digital games has led to children playing traditional games less and less. This community service initiative aims to guide children in Juwiring Village in learning about and playing traditional games, as well as to provide a creative space through the Juwiring Folk Festival. The program was held on July 10–12, 2026, using a participatory approach that included community education, demonstrations, hands-on activities, competitions, and workshops to celebrate National Children’s Day. Participants included 33 children in the game introduction session, 32 children in the competitions, 30 children in the money box painting workshop, and 20 PKK mothers in the workshop on decorating tablecloths with patchwork fabric. Evaluation was conducted through observation, documentation, artwork, and informal feedback. The results showed that nearly all the children had mastered engklek and dakon but were not yet familiar with jump rope, gobak sodor, bakiak, and sandal toss. After the mentoring, the children were able to play five of the six games independently, while jump rope still required practice. All the money boxes were completed, and the game inventory was handed over to the village government to support the sustainability of the activity.