Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Politik Identitas Dalam Pemilu Indonesia Dan Peran Institusi Budaya Serta Keislaman Subri Rahmadani; Frans Tory Damara Pradipta
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.688

Abstract

Politik identitas menjadi salah satu fenomena penting dalam perkembangan demokrasi Indonesia pasca-Reformasi. Penggunaan identitas agama, budaya, dan kelompok sosial dalam pemilu menunjukkan bahwa kontestasi politik tidak hanya berkaitan dengan program kerja kandidat, tetapi juga melibatkan kedekatan emosional dan simbolik dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan politik identitas dalam pemilu Indonesia serta peran institusi budaya dan institusi keislaman dalam memengaruhi orientasi politik masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan artikel penelitian yang relevan dengan tema politik identitas, demokrasi elektoral, media digital, serta institusi sosial keagamaan di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi melalui pengkajian dan perbandingan berbagai hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas masih memiliki pengaruh dalam pemilu Indonesia meskipun pola penggunaannya mengalami perubahan. Pada Pemilu 2014 dan 2019, penggunaan isu agama dan polarisasi sosial terlihat lebih dominan, sedangkan pada Pemilu 2024 politik identitas berkembang melalui pendekatan simbolik, budaya, dan kedekatan dengan tokoh agama. Institusi keislaman dan institusi budaya memiliki peran penting sebagai mediator sosial dalam membentuk orientasi politik masyarakat serta menjaga legitimasi politik kandidat. Perkembangan media digital juga memperkuat penyebaran politik identitas dalam ruang publik Indonesia.
MODEL SOCIOCIVIC PROJECT SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN PPKN UNTUK PENGUATAN KARAKTER SOSIAL DAN KEWARGAAN PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Subri Rahmadani; Frans Tory Damara Pradipta
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 7 No 2 (2025): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v7i2.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan Model Sociocivic Project sebagai inovasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk penguatan karakter sosial dan kewargaan peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengembangan model konseptual melalui kajian terhadap 42 literatur yang relevan, yang sebagian besar merupakan artikel jurnal terbitan tahun 2017–2026 serta didukung beberapa literatur klasik yang relevan. Sumber literatur ditelusuri melalui Google Scholar, Garuda, dan SINTA. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Model Sociocivic Project mengintegrasikan identifikasi masalah sosial, kolaborasi proyek sosial, dan refleksi kewargaan dalam satu siklus pembelajaran. Secara konseptual, model ini berpotensi mendukung pengembangan kepedulian sosial, tanggung jawab, kemampuan kolaborasi, partisipasi demokratis, serta kesadaran kewargaan peserta didik sekolah dasar.
Integration of Artificial Intelligence in Pancasila Education Learning to Enhance Civic Intelligence in Elementary Schools Frans Tory Damara Pradipta; Subri Rahmadani; Guntur Sumaryandi
Insights: Journal of Primary Education Research Vol. 2 No. 2 (2025): Insights: Journal of Primary Education Research
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/insights.v2i2.900

Abstract

Civic education in elementary schools still faces challenges in developing students’ civic intelligence as learning often focuses more on content mastery than critical thinking and civic problem-solving skills. Meanwhile, Artificial Intelligence (AI) offers opportunities to support more adaptive, interactive, and contextual learning. However, studies specifically examining the integration of AI into Pancasila Education to support the development of civic intelligence remain limited. This study aims to analyze the integration of Artificial Intelligence in Pancasila Education learning and its potential to support the development of civic intelligence among elementary school students. This study employed a qualitative approach using an integrative literature review design. Data were collected from national and international journal articles, scholarly books, and relevant academic documents and were analyzed through content analysis involving data reduction, thematic categorization, interpretation, and synthesis. The findings suggest that AI has the potential to support Pancasila Education through adaptive learning systems, intelligent tutoring systems, educational chatbots, and learning analytics, thereby promoting more contextual and student-centered learning. Nevertheless, the effectiveness of AI implementation largely depends on teachers' ability to design meaningful learning experiences and ensure the ethical use of AI in accordance with the objectives of Pancasila Education.