Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Paku Jalan (Mata Kucing) Pada Center Line Di Ruas Jalan Ir. M. Putuhena, Kota Ambon Mohammad Afrizal Iha Tutupoho; Sammy G.M. Amaheka; Febrino Wangean
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.878

Abstract

Jalan Ir. M. Putuhena di Kota Ambon mengalami lalu lintas padat, terutama saat jam sibuk. Pemasangan paku jalan (mata kucing) di garis tengah bertujuan meningkatkan keselamatan dengan panduan visual, khususnya malam hari atau visibilitas rendah. Namun, kerusakan, debu, dan kurang perawatan mengurangi efektivitasnya, sehingga perlu evaluasi kepatuhan pengemudi dan persepsi pengguna jalan. Penelitian ini menilai efektivitas paku jalan dalam mengurangi pelanggaran marka dan menganalisis persepsi pengemudi sebagai alat navigasi. survei lapangan dengan observasi geometri jalan, kondisi paku, volume lalu lintas, pelanggaran marka, dan kuesioner kepada 100 responden. Data sekunder dari literatur. Analisis deskriptif membandingkan ruas dengan dan tanpa paku jalan. Banyak paku rusak dan berdebu, perlu pemasangan ulang. Lalu lintas puncak didominasi mobil dan motor. Pelanggaran marka lebih rendah di ruas dengan paku (rata-rata 1,5%) dan tanpa paku (rata-rata 12%). mayoritas responden menilai paku jalan bermanfaat untuk membantu melihat jalur (63% merasa positif). Sebanyak 39% menilai penting dan 20% sangat penting. Namun, 51% menganggap paku jalan kurang jelas secara visual, terutama malam atau hujan. Dari segi kenyamanan, 48% merasa terganggu dan 12% sangat tenganggu. Pemasangan dinilai cukup tepat oleh 59%, sisanya kurang tepat. Paku jalan efektif mengurangi pelanggaran dan tingkatkan keselamatan, tapi butuh perawatan rutin, visibilitas lebih baik, dan integrasi marka lain. Rekomendasi untuk otoritas: evaluasi dan perbaikan fasilitas jalan.
Analisis Penambahan Serbuk Ban Bekas Terhadap Karakteristik Marshall Pada Campuran Aspal Dingin (Cphma) Kevin A C Patty; Juliet G Metekohy; Sammy G.M. Amaheka
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.16871

Abstract

Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) sebagai campuran panas hampar dingin yang terdiri dari agrerat, asbuton butir, bahan peremaja dan bahan tambah lainnya yang sudah dicampur dengan baik di pabrik dan dipasarkan dalam keadaan siap dihampar dan dipadatkan dalam perkerasan jalan beraspal. Namun campuran CPHMA dari pabrik yang dipasarkan tersebut memiliki batas waktu penggunaan (kedaluwarsa) yaitu selama 3 bulan. Maka dari itu, tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh penambahan Serbuk Ban Bekas terhadap karakteristik campuran aspal buton CPHMA yang sudah melewati batas waktu penggunaan (kedaluwarsa) dan menganalisis persentase kadar Serbuk Ban Bekas terbaik yang memenuhi syarat terhadap campuran aspal buton CPHMA. Penelitian ini menggunakan Serbuk Ban Bekas dengan penambahan 10%, 20%, dan 30%. Pengujian dilakukan dengan alat uji marshall test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya kadar variasi Serbuk Ban Bekas nilai kepadatan, stabilitas, flow, VIM, VFB, dan MQ memenuhi spesifikasi Bina Marga. Namun pada nilai VMA tidak memenuhi spesifikasi. Adapun persentase kadar serbuk ban bekas dalam campuran aspal buton CPHMA yang efektif yaitu pada kadar 20,5%