Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BENTONITE DAN SEMEN DALAM PROSES STABILISASI TANAH DASAR (SUBGRADE) Utami, Gati Sri; Mca, Theresia; Metekohy, Juliet Gracea
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2014): KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan konstruksi jalan raya yang banyak terjadi, salah satunya akibat buruknya kualitastanah dasar (subgrade). Diperlukan proses stabilisasi untuk memperbaiki kualitas tanah.Diharapkan dengan adanya tambahan bentonite sebesar 4%, 8%, dan 12% pada campuran tanahdan semen 2%. mampu memperbaiki karakteristik fisik dan mekanik tanah. Metode pengujianlaboratorium yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan SNI dan ASTM. Permasalahan,sampai sejauh mana pengaruh bentonite sebagai bahan stabilisasi? Hasil Penelitianmenunjukkan ketika tanah asli ditambahkan semen 2%, kualitas karakteristik fisik dan mekaniktanah mengalami peningkatan. Terlihat dari naiknya berat jenis sebesar 10%, Indeks Plastisturun 11% , kadar air optimum turun 5%, Qu naik 80%, harga CBR naik 100%, dan swellingpotential mengalami penurunan sebesar 4% dari tanah asli. Dengan penambahan bentonite dansemen 2% pada tanah asli mengalami penurunan kualitas karakteristik fisik dan mekanik. Beratjenis turun sebesar 4%, Indeks Plastisitas (IP) bertambah 35%, kadar air optimum mengalamipeningkatan 11%, berat isi kering (γd) turun 1,4%, nilai CBR naik 100%, swelling potensialmengalami peningkatan 30% dan nilai Qu pada penelitian UCS mengalami kenaikan 82%.Berdasarkan hasil analisis, maka material stabilisasi tanah dasar (subgrade) sebaiknya hanyadengan menggunakan semen saja. Penambahan bentonite tidak membantu menstabilkan tanah,karena daya serap bentonite terhadap air yang tinggi sehingga tingkat plastis dan kembangsusutnya tinggi. Jadi bentonite hanya dapat digunakan sebagai filler atau bahan pengisi.Kata Kunci : Stabilisasi, tanah, semen, bentonite.
Perencanaan Ulang Tebal Perkerasan Lentur menggunakan Metode Bina Marga (Studi Kasus Ruas Jalan Piru-Waisala Seram Bagian Barat) Juliet Gracea Metekohy; Feral F. Talaohu
KERN Vol 7 No 1 (2021): Jurnal KERN: April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.773 KB) | DOI: 10.33005/kern.v7i1.56

Abstract

Pada ruas jalan Piru - Waisala telah dibangun jalan dengan menggunakan konstruksi perkerasan lentur jenis lapen. Dilihat dari kondisi eksisting ruas jalan tersebut, diketahui telah terdapat beberapa jenis kerusakan, diantaranya adalah lepas butiran dengan total luas terbesar 29,050 m2, kemudian kerusakan jenis berlubang dengan total luas kerusakan terbesar 0,060 m2. Hal ini disebabkan karena jalan ini telah melewati batas umur rencana dan tidak dilakukan penanganan ataupun perbaikan jalan dengan baik. Oleh karena beberapa hal tersebut maka ruas jalan tersebut tidak mampu memikul beban lalu lintas dan terus mengalami kerusakan. Untuk mengatasi permasalahan pada ruas jalan Piru – Waisala, maka akan direncanakan peningkatan konstruksi ruas jalan dari jenis lapen menjadi kondisi laston. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan kembali tebal perkerasan lentur menggunakan dengan metode Bina Marga.. Berdasarkan hasil perhitungan desain tebal perkerasan lentur pada daerah Piru-Waisala dengan Metode Bina Marga diperoleh lapis permukaan AC-WC dengan tebal 4,0 cm; tebal lapis permukaan AC-BC 6,0 cm; tebal lapis permukaan AC-Base dengan tebal 7,5 cm, tebal lapis pondasi atas 12,0 cm; dan tebal lapis pondasi bawah 15 cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tebal lapis perkerasan lentur jenis laston yang diperoleh lebih baik dan aman sesuai perhitungan dengan menggunakan metode Bina Marga pada jalan tersebut.
PENGARUH SERAT SELULOSA TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA CAMPURAN STONE MATRIX ASPHALT (SMA) Juliet Gracea Metekohy; S. G. Amaheka; Heidy B. Latupeirissa
DINTEK Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan jalan di Provinsi Maluku tercatat 9,52% atau 168,67 Km dalam kondisi buruk dan sangat buruk. Kerusakan rata-rata per tahun adalah 12,75% dari total panjang yang ada, atau berjumlah 226,06 Km. Penyebab kerusakan jalan dapat terjadi karena kurangnya stabilitas campuran sehingga lapis perkerasan tidak mampu menahan beban lalu lintas, hal itu tentu menjadi hambatan bagi para pengguna jalan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap alternatif filler dalam suatu campuran yang mampu memberikan nilai stabilitas yang baik agar meminimalisir hambatan tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh serat selulosa terhadap nilai Stabilitas Marshall dalam campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) halus. Metodologi dalam penelitian ini adalah melakukan serangkaian pengujian berupa agregat kasar dan halus, kemudian merencang komposisi campuran serta pembuatan benda uji berupa campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) halus, dan melakukan pengujian terhadap nilai stabilitas marshall. Hasil penelitian menunjukan nilai kadar aspal (KAO) untuk campuran yang tidak menggunakan serat selulosa adalah 6,1%, campuran yang menggunakan serat selulosa 0,3% adalah sebesar 5,9% dengan nilai stabilitas untuk campuran yang tidak menggunakan serat selulosa yaitu 718,3 kg ; dan campuran yang menggunakan serat selulosa 0,3% memiliki nilai stabilitas sebesar 723,5 kg. Nilai VMA untuk campuran yang tidak menggunakan serat selulosa sebesar 22,1% sedangkan campuran yang menggunakan serat selulosa 0,3% memiliki nilai VMA sebesar 22,1%. VIM untuk campuran yang tidak menggunakan serat selulosa 5,6% sedangkan campuran yang menggunakan serat selulosa 0,3% memiliki nilai sebesar 5,5%. Dapat disimpulkan bahwa serat selulosa dapat digunakan dalam campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) halus sebagai bahan pengisi karena mempunyai karakteristik campuran yang memenuhi spesifikasi Bina Marga Tahun 2018
Analisis Penggunaan Agregat Kasar & Agregat Halus Desa Hukurila Terhadap Kadar Aspal Optimum Perkerasan AC-WC Juliet G Metekohy; Berry Dany Tamaela
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i8.920

Abstract

Kerusakan jalan yang terjadi di berbagai daerah saat ini merupakan permasalahan kompleks yang mengakibatkan kerugian, dalam biaya, waktu tempuh, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Salah satu penyebab kerusakan perkerasan yaitu tidak adanya saluran air serta beban kendaraan, kerusakan juga dapat terjadi akibat pemilihan bahan agregat yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Solusi yang dapat dilakukan dalam permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan agregat lokal yang berkualitas sesuai standar atau spesifikasi Bina Marga. Pada penelitian ini menggunakan agregat kasar batu Peridotit dan agregat halus yang berasal dari Desa Hukurila untuk mendapatkan nilai kadar aspal optimum (KAO) khususnya pada campuran aspal AC - WC. Kadar aspal rencana dalam penelitian ini adalah 4,5%, 5,0%, 5,5%, 6,0% dan 6,5%. Penelitian yang dilakukan berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018. Hasil pengujian Marshall menunjukan bahwa untuk kadar aspal 4,5% mempunyai nilai stabilitas sebesar 728 kg, Flow 2,90 mm, VMA 17,74%, VIM 4,39%, VFB 75,24%, kadar aspal 5,0% stabilitas sebesar 790 kg, Flow 3,20 mm, VMA 18,36%, VIM 3,99%, VFB 78,25%, kadar aspal 5,5% stabilitas sebesar 856 kg, Flow 3,34 mm, VMA 19,04%, VIM 3,67%, VFB 80,77%, kadar aspal 6,0% stabilitas sebesar 895 kg, Flow 4,40 mm, VMA 19,54%, VIM 3,14%, VFB 83,93%, dan kadar aspal 6,5% stabilitas sebesar 964 kg, Flow 3,60 mm, VMA 20,18%, VIM 2,78%, VFB 86,23%. Berdasarkan seluruh hasil pengujian maka didapatkan nilai kadar aspal optimum (KAO) dengan menggunakan agregat kasar dan agregat halus Desa Hukurila adalah sebesar 5,7% sehingga agregat kasar & agregat halus dari Desa Hukurila dapat digunakan pada jenis perkerasan AC-WC karena telah memenuhi standar spesifikasi Bina Marga Tahun 2018.
Studi Penggunaan Abu Cangkang Kenari Sebagai Subtitusi Bahan Pengisi (Filler) Pada Campuran HRS-WC Terhadap Stabilitas Marshal Fuad Hasan Ohorella; Juliet G. Metekohy; Asri K. Patty
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v9i2.3933

Abstract

The flexible pavement generally used in Indonesia is Thin Asphalt Concrete (HRS). The layer that receives the greatest traffic load is the wear layer (HRS-WC). One of the ingredients for the pavement layer is filler. To overcome the adequacy of filler, cement or lime is used, because the use of fillers is generally very expensive. Therefore, it is necessary to innovate the development of alternative fillers. This study aims to obtain the Marshall stability value of the HRS-WC mixture using walnut shell ash filler. The method used is an experimental study method on the technical specifications of the Directorate General of Highways 2018. The test results obtained optimum asphalt content (KAO) of 7.25% using a variation of cement filler mixture 2% : 0% walnut shell ash to obtain a stability value of 1892.16 kg, for filler 2% : 1% of 1714.90 kg, for filler 1% : 2% is 1877.45 kg and for filler 0% : 3% is 1989.96 kg. Where filler cement 0% : 3% walnut shell ash has the greatest recovery value of each variation of the filler tested. Overall, the use of walnut shell ash as an alternative filler can be utilized in asphalt pavement mixtures.
Perencanaan Tebal Lapis Tambah (Overlay) pada Ruas Jalan Passo – Tulehu Berdasarkan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 Juliet G Metekohy; S.G.M Amaheka; Annisya Apriyanti
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil MACCA Februari 2023
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi awal peneliti di ruas jalan Passo – Tulehu menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi berupa retak halus, retak buaya, retak memanjang, retak slip, pengausan, pelepasan agregat, retak tepi, dan lubang. Pada Sta 05+000 – Sta 10+000 terdapat 110 titik kerusakan dengan tingkat kerusakan ringan 65,45%, kerusakan sedang 30,91% dan kerusakan berat 3,64%. Bertolak dari masalah tersebut, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk menentukan tebal lapis tambah (overlay) yang tepat untuk diaplikasikan pada ruas jalan Passo – Tulehu Sta 05+000 – Sta 10+000. Penelitian ini bersifat studi kasus dengan data-data yang digunakan yaitu data lalu lintas harian rata-rata, data lendutan, data International Roughness Index (IRI), dan data tebal eksisting jalan. Berdasarkan penelitian didapatkan tebal lapis tambah (overlay) dengan menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 yaitu 4 cm untuk overlay berdasarkan IRI, overlay tipis 5,5 cm dan overlay tebal 10 cm. Jadi dapat disimpulkan bahwa tebal overlay yang tepat untuk diaplikasikan pada ruas jalan Passo – Tulehu Sta 05+000 – Sta 10+000 yaitu 10 cm karena mampu menahan deformasi permanen dan retak lelah.
Analisis Kondisi Geometrik Jalan Ditinjau Dari Alinyemen Horizontal Pada Jl.Raya Hulung & Jl.Sisingamangaraja Gresly Lehalima; Juliet G Metekohy; Fuad. H. Ohorella
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1200

Abstract

Berdasarkan eksperimen penelitian Kaneswaran (2014), sebagian besar pengemudi (4/5 pengemudi) tidak mampu mengantisipasi kondisi geometri jalan yang melebihi 40 meter didepannya. Pau dan Aron (2013), menyatakan bahwa, jarak pandang yang belum sesuai dengan peraturan bina marga dapat memberikan potensi kecelakaan lalul lintas yang disebabkan oleh jalan. Kondisi menurut Krisward et al (2020), penyebab utama kecelakaan adalah jarak pandang pada tikungan yang kurang memadai sehingga menyusahkan pengemudi pada saat melewati tikungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah geometrik jalan sudah sesuai dengan ketentuan pedoman geometrik jalan.Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dengan mengacu pada Pedoman Geometrik jalanKondisi geometrik Jln. Raya Hulung yang memenuhi persyaratan pedoman geometrik adalah jari-jari tikungan pada STA 0+200 dan derajat kelengkungan pada STA 0+200, sedangkan pada jari-jari tikungan dan derajat kelengkungan pada STA 0+000-0+100, 0+400-0+500 dan STA 0+600 tidak memenuhi pedoman geometrik jalan, untuk jarak pandang henti dan jarak pandang mendahului tidak ada yang memenuhi. Kondisi geometrik Jln. Sisingamangaraja yang memenuhi persyaratan Bina Marga 1997 tentang geometrik jalan adalah jari-jari tikungan dan derajat kelengkungan sedangkan Jarak pandang henti (Jh) dan Jarak pandang Mendahului (Jm) tidak ada yang memenuhi persyaratan surat edaran no 20 tahun 2021 tentang geometrik jalan.
Perencanaan Geometrik Jalan Raya ( Studi Kasus : Ruas Jalan Siwang – Serri ) Axyelando Calvin Risakotta; S G M Amaheka; Juliet G Metekohy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3256

Abstract

Perencanaan geometrik jalan adalah perencanaan rute dari suatu ruas jalan secara lengkap, meliputi beberapa elemen yang disesuaikan dengan kelengkapan dan data yang telah dianalis. Berdasarkan pengamatan yang ada, rute yang harus ditempuh masyarakat dari Desa Serri menuju ke daerah perkotaan terlalu menghabiskan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan masyarakat yang berdomisili di sekitar daerah Siwang, sementara jarak Desa Serri dan Siwang cenderung lebih dekat. Melihat situasi yang demikian, maka diperlukannya pembangunan jalan baru yang dapat menghubungkan kedua lokasi ini, Tujuan penelitian ini untuk menentukan koridor terpilih pada ruas jalan Serri – Siwang yang sesuai dengan persyaratan dan untuk mengetahui volume galian timbunan dari hasil perencanaan geometrik jalan pada ruas jalan Serri – Siwang. Metode yang digunakan dalam perencanaan ini adalah pengolahan data dari hasil pengukuran tanah lokasi dengan rentan waktu 7 hari menggunakan teodolit untuk mengetahui topografi di lokasi yang kemudian akan diolah dan dibuat desain jalan menggunakan software autocad civil 3D. Komponen yang harus di cari adalah alinyemen vertikal dan horizontal. Hasil penelitian ruas jalan Siwang-Serri adalah panjang jalan 1.525 km, kecepatan rencana rata-rata 40 km/jam, alinyemen horisontal terdiri dari 2 jenis tikungan S-C-S (Spiral-Circle-Spiral) dan terdiri dari 7 jenis tikungan SS (Spiral-Spiral). Untuk alinyemen vertikal terdiri dari 5 vertikal cembung dan terdiri dari 7 vertikal cekung. Total untuk luas galian sebesar 3838.349 m2 dan total untuk luas timbuunan sebesar 62692.459 m2. Maka dari itu dapat diperoleh total galian volumenya sebesar 92517.191 m3 dan volume timbunannya sebesar 1543178.287 m3
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Laut Antara Kapal Sabuk Dan Kapal Cepat (Studi Kasus: Ambon-Kisar) Rahmat Harjiansyah; Sammy. G. M. Amaheka; Juliet G. Metekohy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4750

Abstract

Transportasi laut merupakan sarana utama yang mendukung pergerakan masyarakat di wilayah Maluku, salah satu jalur transportasi penting di Provinsi Maluku adalah rute Ambon-Kisar yang menghubungkan pulau Ambon dan pulau Kisar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik penumpang serta menentukan nilai probabilitas pemilihan moda antara kapal sabuk dan kapal cepat pada perjalanan rute ambon ke kisar. Penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 200 responden yang pernah melakukan perjalanan di rute tersebut. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dan logit biner. Hasil analisis menunjukan bahwa faktor waktu, biaya, kenyamanan, keamanan, pelayanan, kemudahan, kelancaran, kondisi kapal berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan moda. Faktor dominanan pada kapal sabuk adalah biaya dengan nilai pengaruh sebesar 0,254, sedangkan pada kapal cepat, faktor kenyamanan menjadi yang paling dominan dengan nilai 0,194. Hasil analisis logit biner menunjukan probabilitas penumpang memilih kapal sabuk sebesar 43%, dan peluang untuk memilih kapal cepat sebesar 57%.
“Analisis Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) Dengan Subtitusi Filler Abu Kulit Kacang Tanah Terhadap Campuran HRS-WC” Nurul Hidayah Adam; Juliet G. Metekohy; Amaheka Amaheka
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kadar aspal optimum (KAO) pada campuran Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS – WC) dengan subtitusi filler abu kulit kacang tanah. HRS – WC adalah jenis campuran beraspal panas yang sering digunakan pada lapis permukaan jalan, dan kinerja strukturalnya sangat dipengaruhi oleh kadar aspal serta kualitas filler. Ketesediaan filler konvesional yang terbatas dan isu lingkungan terkait limbah pertanian mendorong penelitian ini untuk memanfaatkan abu kulit kacang tanah sebagai alterntif filler. Abu kulit kacang tanah merupakan limbah biomassa yang memiliki potensi sebagai bahan pengisi karena karakteristik partikelnya yang halus dan kandungan mineral tetentu. Metode penelitian melibatkan pengujian Laboratorium terhadap sifat – sifat fisik dan mekanik cmpuran HRS – WC dengan variasi presentase subtitusi filler abu kulit kacang tanah. Pengujian meliputi analisis kadar aspal, pengujian marshall untuk menentukan stabilitas, flow, void in mixture (VIM), void filled with asphalt (VFA), dan void in mineral agregate (VMA). Data yang diperoleh dari pengujian ini akan dianalisis untuk menentukan nilai kadar aspal optimum sesuai dengan spesifikasi yang berlaku. Hasil pengujian dilakukan dengan membuat 3 variasi yaitu 2% : 1% dengan nilai KAO 7,12%, 1% : 2% dengan nilai KAO 8,09%, dan 1,5% : 1,5% dengan nilai KAO 7,59%.