Haliza Fatimah
Universitas Palangka raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preventive Approach: Anti-Bullying Awareness to Build a Friendly, Safe, and Supportive School Environment for Children’s Dreams at SDN Tuwung 2, Kahayan Tengah District, Pulang Pisau Regency Haliza Fatimah; Rino Hartanto; Yuniarti Musdalifah; Meidy Nelwan; Mega Novi Septiani; Annisha Hafiizh; Aprilia Andreini; Khalisah; Ahmad
Bratasena: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2026): Bratasena: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Februrary 2026)
Publisher : PT Polstac Repositori Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: In an effort to create a safe and friendly school environment, a socialization program entitled “Turn Off Bullying, Turn on Dreams” was implemented at SDN Tuwung 2. This activity aimed to increase students’ understanding of bullying, including its forms and impacts, as well as to instill values of empathy and the courage to report bullying behavior. Contribution: The main problems addressed in this program included the persistence of bullying behaviors that are still socially tolerated among students, limited understanding of what constitutes bullying, and a lack of confidence to report such incidents. Method: This initiative is expected to reduce the incidence of bullying and to enhance students’ sense of safety and comfort at school. The implementation of these preventive measures is essential to support children’s social and emotional development. Results: The results of the activities show an collaboration among the school, teachers, and university students in delivering the program is expected to create an environment that not only promotes academic learning but also fosters character building. Conclusion: With a shared commitment to combating bullying, SDN Tuwung 2 is expected to become a place that supports the growth and dreams of every child.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sebagai Instrumen Penguatan Otonomi Desa Dan Ekonomi Kerakyatan Di Kalimantan Tengah Intan Jupitha Sri Rejeki; Haliza Fatimah; Rizki Masyahbandi
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jap.v12i1.26717

Abstract

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan program strategis pemerintah yang dibentuk melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sebagai upaya mempercepat pendirian, pengembangan, dan revitalisasi koperasi di desa dan kelurahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan KDKMP dalam penyelenggaraan otonomi desa serta relevansinya bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan perundang-undangan, buku dan konseptual melalui studi kepustakaan terhadap regulasi, literatur koperasi, serta fenomena kebijakan KDKMP di Kalimantan Tengah. Hasil kajian menunjukkan bahwa KDKMP dapat menjadi instrumen penguatan otonomi desa apabila dikelola secara partisipatif, transparan, berbasis kebutuhan lokal, dan tidak sekadar menjadi program administratif. Di Kalimantan Tengah, peluang KDKMP tampak pada potensi pangan, perkebunan rakyat, hasil hutan bukan kayu, perikanan, perdagangan lokal, serta kebutuhan distribusi barang pokok. Namun, tantangan utama meliputi kualitas sumber daya manusia pengelola, legalitas dan ketersediaan lahan, sinkronisasi data, risiko tumpang tindih dengan BUMDes, serta potensi lemahnya akuntabilitas. Kesimpulannya, KDKMP perlu ditempatkan sebagai kelembagaan ekonomi masyarakat desa/kelurahan yang memperkuat prinsip demokrasi ekonomi dan otonomi desa, bukan sebagai beban birokratis baru. Pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat harus memastikan bahwa KDKMP berjalan sesuai prinsip koperasi, tata kelola yang baik, dan perlindungan kepentingan anggota. Kata kunci: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; Otonomi Desa; Ekonomi Kerakyatan; Kalimantan Tengah; Good Governance