This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Thamsi, A. B.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN KUALITAS ENDAPAN ASPAL DI DESA WAANGU-ANGU DAN DESA LAWELE, KABUPATEN BUTON Wakila, M. H.; Thamsi, A. B.; Umar, E. P.; Yusuf, F. N.; Bakhri, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1013

Abstract

Eksploitasi sumberdaya aspal yang cukup lama mengakibatkan cadangan aspal semakin menipis. Di sisi lain, dampak pembangunan yang berkelanjutan membuat kebutuhan akan bahan galian aspal meningkat, sehingga diperlukan penelitian (eksplorasi) di daerah-daerah yang baru untuk menemukan atau mengetahui potensi dan kualitas dari endapan aspal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kadar bitumen dan kadar air, serta menentukan kualitas aspal terbaik dari masing-masing daerah. Metodologi penelitian dilakukan dengan dua tahapan yaitu pengambilan data lapangan dan analisa laboratorium dengan Metode Sohklet. Dari hasil analisa laboratorium diketahui bahwa sampel aspal di Desa Lawele memiliki kadar bitumen sebesar 23,14 % dan 24,32 %; dan sampel aspal Desa Waangu-angu memiliki kadar bitumen sebesar 17,07 % dan 18,59 %. Untuk kandungan air sampel aspal di Desa Waangu-angu memiliki kandungan air sebesar 2,20 % dan 2,25 %; dan untuk sampel aspal di Desa Lawele memiliki kadar air yaitu sebesar 7,4 % dan 7,3 %. Maka dapat disimpulkan bahwa Aspal di Desa Lawele memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan aspal dari Desa Waangu-angu karena memiliki nilai kadar bitumen yang lebih tinggi.
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR NIKEL HASIL PENGEBORAN DENGAN HASIL PENAMBANGAN DI PT MANDIRI MINERAL PERKASA Thamsi, A. B.; Sangadji, C. D.; Nurhawaisyah, S. R.; Aswadi, M.; Amsah, L.O.M.Y.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1098

Abstract

Proses penambangan sumber daya nikel di PT Mandiri Mineral Perkasa terdapat permasalahan berupa terjadi selisih kandungan nikel antara data bor dengan data hasil penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan nilai kadar nikel hasil pengeboran dan hasil penambangan dalam rangka mencari upaya pencegahannya. Penelitian dilakukan dengan menghitung rata-rata kandungan nikel hasil data bor dengan hasil penambangan untuk mengetahui perbedaan selisih yang diperoleh dan melakukan survey tahapan proses penambangan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan kadar nikel. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai kadar rata-rata nikel hasil pengeboran sebesar 1,74%, sedangkan hasil dari aktivitas penambangan diperoleh nilai kadar rata-rata sebesar 1,60% atau terjadi selisih kadar Ni 0,14%. Berdasarkan hasil pengamatan faktor-faktor penyebab dari perubahan kadar nikel diduga berasal dari aktivitas pengerukan lantai stockpile yang kurang baik, adanya genangan air pada stockpile, kondisi bucket pada excavator yang kurang bersih, kondisi karung sampel yang kurang bersih dan kesalahan aktivitas pada saat sampling dan kesalahan pada aktivitas preparasi sampel.
GEOKIMIA ENDAPAN BIJIH BESI DAERAH PAKKE KECAMATAN BONTOCANI, KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN ., Harwan; Thamsi, A. B.; ., Firdaus; Nur, I.; Maulana, A.; Heriansyah, A. F.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i4.1212

Abstract

Potensi endapan bijih besi di Indonesia dijumpai di Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sumatera barat. Di Sulawesi Selatan, endapan sumberdaya bijih besi yang melimpah terdapat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tepatnya di Daerah Pakke, Kecamatan Bontocani. Sifat geokimia atau persentase unsur dan senyawa dari endapan bijih besi tersebut dapat digunakan sebagai data awal untuk menentukan apakah bijih besi tersebut layak untuk dieksploitasi atau dilakukan penambangan serta menjadi acuan proses ekstrasi dari bijih besi yang ada pada daerah penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kehadiran senyawa oksida dan persentase kehadiran unsur Fe, Mn, dan unsur logam dasar. Metodologi penelitian dilakukan dengan pengambilan data di lapangan dan analisa laboratorium yaitu melalui pengamatan secara langsung endapan bijih besi yang tersingkap di permukaan dan pengambilan sampel bijih dengan metode chip sampling dan rock sampling. Analisa laboratorium menggunakan metode XRF untuk mengetahui persentase senyawa utama (major element) dan metode ICP-OES untuk mengetahui kadar unsur Fe, Mn dan Unsur logam dasar (Cu, Pb dan Zn). Hasil penelitian menunjukan kehadiran Fe2O3 pada semua sampel dengan persentase 43,18% - 50,40%. Hal ini sesuai dengan dijumpainya mineral-mineral pembawa bijih besi (primer) yaitu hematit dan magnetit. Persentase kehadiran unsur Fe sangat tinggi dan berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut. Unsur logam dasar lokasi penelitian sangat tinggi sehingga dapat dipastikan bahwa endapan bijih besi pada daerah penelitian adalah tipe calcic skran.
PRODUKTIVITAS KERJA ALAT BOR PADA KEGIATAN PENGEBORAN EKSPLORASI NIKEL LATERIT DI PT HOFFMEN INTERNATIONAL Chalik, C. A.; Thamsi, A. B.; Arizal, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i1.1317

Abstract

Produktivitas kerja alat bor merupakan salah satu faktor yang mendukung berhasilnya kegiatan eksplorasi. Agar mendapatkan hasil produksi yang optimal maka kegiatan pengeboran harus mempertimbangkan kemampuan operator, biaya produksi yang minimal, dan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kerja pengeboran eksplorasi agar mampu menangani faktor-faktor kendala yang dapat menyebabkan kegiatan pengeboran menjadi tidak efisien di PT Hoffmen International. Tahapan dari metode penelitian meliputi kegiatan pengambilan data dimulai dari tahap persiapan dilanjutkan dengan pengumpulan data berupa aktivitas-aktivitas selama satu hari kerja pada pengeboran eksplorasi PT Hoffmen International. Dalam proses pengeboran eksplorasi terdapat siklus kerja yang dimulai dengan memasukkan core barrel, kemudian putaran kosong, selanjutnya pengeboran lalu mengeluarkan core barrel, menyiapkan core barrel, menambah pipa, dan kembali memasukkan core barrel. Di luar siklus kerja tersebut terdapat aktivitas lainnya yaitu, merapikan perlengkapan pengeboran, mengeluarkan pipa, memindahkan alat bor dan perlengkapannya, persiapan pengeboran, transportasi, aksesibilitas, persiapan kerja kru, pengecekan alat, persiapan pulang kru, menunggu pulang, serta masalah air. Dalam penelitian ini diperoleh efisiensi kerja pengeboran sebesar 80,33%. Efisiensi kerja pengeboran tersebut masih di bawah dari standar efisiensi kerja.
PERENCANAAN PIT JANGKA MENENGAH BERDASARKAN UPDATE SURVEI PADA PIT 3 SELATAN PT TUBINDO PROVINSI KALIMANTAN UTARA Munir, A. S.; Thamsi, A. B.; Ismail, R. M.; Anwar, H.; Wakila, M. H.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1570

Abstract

Rancangan desain tambang memudahkan dalam mencapai target produksi yang diinginkan dan memberikan gambaran mengenai rencana kemajuan penambangan pada suatu periode waktu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk merancang desain pit penambangan, desain sequence penambangan, dan menghitung nilai stripping ratio. Desain pit dirancang berdasarkan rancangan pit jangka menengah dengan target produksi 50.000 ton perbulan dan nilai stripping ratio yang ditetapkan perusahaan yaitu 4 : 1. Parameter yang digunakan sebagai pertimbangan pemilihan desain yang optimal adalah volume yang didapatkan dan nilai SR (stripping ratio). Volume yang diperoleh yaitu volume overburden dan volume batubara. Desain yang dibuat untuk rancangan sequence penambangan pit utara Bulan Juni dan Agustus mendapatkan overburden 683.548,31 BCM dan batubara 174.337,10 ton dengan stripping ratio 3,92 : 1. Untuk Bulan September dan Oktober jumlah overburden 601.121,13 BCM dan batubara 153.423,41 ton dengan stripping ratio 3,98 : 1 sedangkan Bulan November dan Desember jumlah overburden 346.021,89 BCM dan batubara 117.562,21 ton dengan stripping ratio 2,95 : 1 dengan luas yang akan ditambang mencapai 11,86 ha. Cadangan batubara yang diperoleh sesuai dengan design pit limit sebesar 445.322,72 ton, material penutup sebesar 1.693.691,33 BCM, dan luas 11,68 Ha. Sehingga diperoleh nilai stripping ratio yaitu 3,68 : 1. Berdasarkan hasil tersebut, cadangan batubara dan nilai stripping ratio yang diperoleh telah memenuhi target produksi jangka menengah dan desain pit layak untuk dilakukan penambangan.