p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Seprizal, M. F.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANGAN ULANG ULTIMATE PIT LIMIT DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FLUKTUASI HARGA BATUBARA ACUAN PADA PIT GAR 2900 Seprizal, M. F.; Juventa, Juventa; Ericson, Ericson; Yanottama, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2910

Abstract

Industri pertambangan batubara di Indonesia khususnya tambang batubara kalori rendah, menghadapi tantangan signifikan akibat fluktuasi Harga Batubara Acuan (HBA) yang mengalami kenaikan 240% dari tahun 2020 sampai dengan 2022 dan penurunan sekitar 90% dari tahun 2022 hingga 2025. Fluktuasi ini berdampak pada perencanaan tambang dan penentuan batas penambangan (ultimate pit limit), serta mempengaruhi luas pit dan cadangan yang dapat diambil, termasuk pada Pit Abimanyu di PT Putra Muba Coal yang memiliki cadangan batubara kalori rendah. Penelitian ini bertujuan merancang ulang ultimate pit limit dengan mempertimbangkan perubahan Harga Batubara Acuan menggunakan metode Incremental Pit Expansion. Hasil menunjukkan bahwa pada harga batubara acuan USD 34,70 per ton, Pit Abimanyu dapat beroperasi pada stripping ratio (SR) 1,64 dengan luas pit 243,7 Ha dan cadangan 43,36 juta ton. Namun, jika harga batubara turun 50%, pit tersebut tidak lagi bernilai ekonomis karena nilai BESR kurang dari satu (1) atau biaya pengupasan overburden sudah lebih besar daripada keuntungan yang didapatkan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi perencanaan tambang yang adaptif terhadap dinamika pasar serta penyesuaian desain pit untuk memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.
KAJIAN PETROLOGI, GEOKIMIA, DAN POTENSI MINERAL STRATEGIS PADA FORMASI GRANIT TANTAN, GEOPARK MERANGIN, JAMBI Yulanda, Y. A.; Wiratama, J.; Hakim, M. E.; Seprizal, M. F.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3205

Abstract

Granitoid merupakan salah satu batuan yang berpotensi membawa mineral strategis, seperti tembaga, timah dan aluminium, yang perannya semakin krusial sebagai komponen kunci dalam pengembangan teknologi modern di era transisi energi dan digitalisasi global. Formasi Granit Tantan (Batuan Granitoid) yang tersingkap di kawasan Geopark Merangin menjadi bukti adanya proses magmatisme dan potensi mineralisasi hidrotermal. Meskipun demikian, penelitian karakteristik granit Tantan berdasarkan petrografi dan geokimia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter petrologi, geokimia, serta potensi mineralisasi logam dasar pada Formasi Granit Tantan melalui analisis petrografi, mineragrafi, XRF, dan XRD terhadap tiga sampel batuan yang diambil dari Situs Air Batu (AB), Teluk Tilan (TL), dan Jeram Ladeh (JL) menggunakan metode grab dan chip sampling. Hasil analisis petrografi menunjukkan komposisi Kuarsa 41–51%, Plagioklas 24–43%, dan mineral mafik 8–35%, dengan klorit sebagai mineral indikator alterasi propilitik. Analisis mineragrafi mengidentifikasi keterdapatan kalkopirit (0,1%), covelit (<0.1%), pirit (1,1%), magnetit (2,9%), dan hematit (1,2%) yang menunjukkan bukti adanya sistem mineralisasi hidrotermal. Hasil XRF menunjukkan rasio A/CNK (0,99–1,28), dua sampel (AB dan JL) diklasifikasikan sebagai granit tipe-I (metaluminous), sedangkan satu sampel (TL) tergolong granit tipe-S (peraluminous). Anomali keterdapatan mineralisasi Cu pada granit tipe-S diinterpretasikan sebagai hasil kontaminasi magma atau aktivitas hidrotermal pascaintrusi. Kombinasi granit tipe-I, bukti langsung Kalkopirit, adanya supergen enrichment dan penanda alterasi Klorit menegaskan indikasi kuat terhadap potensi mineralisasi logam strategis Tembaga (Cu). Formasi Granit Tantan penting dalam memahami evolusi magmatisme dan memiliki nilai strategis di kawasan Geopark Merangin.