Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Rumah Sakit Di Kota Pematang Siantar Berbasis Pemetaan Sahala Fransiskus Marbun; Mahara Sintong; Lastri Marsaulina; Grace Angelina; Indry Ramadina Purba; Shelvi P.R Tumangger; Nadra Rramadhani; M. Hayqal Adibya; Suci Oktaviana; Ainul Mardiah
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1002

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam menunjang derajat kesehatan masyarakat. Ketersediaannya harus disesuaikan dengan jumlah penduduk agar pelayanan berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan rumah sakit di Kota Pematangsiantar berdasarkan jumlah penduduk. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan data sekunder berupa jumlah penduduk dan jumlah rumah sakit. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual dengan standar kebutuhan, yaitu satu rumah sakit untuk setiap 100.000 penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rumah sakit telah melebihi kebutuhan minimal, namun masih terdapat ketidakseimbangan dalam ketersediaan fasilitas di beberapa wilayah. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang lebih baik dalam pembangunan fasilitas kesehatan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Nelayan Tinggal di Permukiman Air Laut di Kelurahan Hajoran Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Siti Khairani Jamal Saragih; Mahara Sintong
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v5i2.2933

Abstract

Sea-water settlements are residential areas for fishing communities characterized by unique environmental conditions, limited infrastructure, inadequate sanitation, and high exposure to coastal hazards. Despite these challenges, most residents continue to live in these settlements. This study aims to analyze the characteristics of sea-water settlements, the factors influencing fishermen’s decisions to remain in these settlements, the adaptation strategies adopted to cope with disaster risks, and the future residential plans of fishermen's families in Hajoran Village, Pandan District, Central Tapanuli Regency. This research employed a mixed methods approach combining quantitative and qualitative methods. Quantitative data were collected through questionnaires administered to 133 fishermen households, while qualitative data were obtained through interviews, observations, and documentation. The results indicate that the characteristics of the settlement represent a form of adaptation to the coastal environment and fishing activities. Economic factors were found to be the most dominant determinants of residents' decisions to remain, particularly household financial capacity, high relocation costs, and relatively affordable housing prices. The community also adapts by strengthening house structures, adjusting fishing activities according to weather conditions, implementing household economic strategies, maintaining social cooperation, and increasing preparedness for extreme weather. Most residents intend to remain in the settlement while gradually improving their houses according to their financial capacity.
Analisis Disparitas Pencari Kerja dan Lowongan Pekerjaan di Kota Medan Tahun 2023-2024 Mahara Sintong; Sahala Fransiscus Marbun; Vadillah Raihto Hutasuhut; Sri Andini; Delon Sitompul; Debora Zega; Hayqal Adibya; Angelo Simanullang; Grace Dachi
Jurnal Visi Manajemen Vol. 12 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Visi Manajemen
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jvm.v12i1.924

Abstract

This study aims to analyze the disparity between the number of job seekers and available job vacancies in Medan City during 2023–2024, a condition that reflects a significant imbalance in the local labor market. The background of this research arises from the persistent surplus of job seekers, coupled with the sharp decline in job openings that suggests the presence of structural unemployment and a mismatch between educational qualifications and labor market needs. Using a quantitative-descriptive approach through literature review and secondary data analysis from official labor statistics, this study provides a comprehensive overview of the labor market dynamics in Medan City. The findings show that in 2023, there were 4,661 registered job seekers compared to only 2,777 available vacancies, resulting in a surplus of 1,884 individuals. The situation worsened in 2024 as job vacancies dropped drastically to 1,016 positions, while the number of job seekers reached 2,293, leaving a surplus of 1,277 individuals. The study also reveals that job seekers are predominantly senior high school graduates, accounting for approximately 80 percent of the total, while job vacancies are concentrated in the manufacturing and trade sectors—both of which experienced severe contraction in 2024. These conditions reflect multidimensional mismatches in the labor market, including vertical and horizontal mismatches, as well as a structural shift towards a service-based economy that has not fully absorbed the workforce. The implications of this study highlight the urgency of strengthening vocational training programs, aligning educational curricula with industry needs, diversifying the local economy, and enhancing job seekers’ competencies to improve competitiveness in an increasingly challenging labor market.
Analisis Pemanfaatan Peta Digital dalam Identifikasi Kemacetan di Kecamatan Medan Kota: Penelitian Sahala Fransiskus Marbun; Mahara Sintong; M.Rizky Dwi Ardana; Yelsi Rosalina Sipayung; Stella Aprilia Nababan; Enjellina Silitonga; Priska Jelina Waruwu; Laura Dacosta Tampubolon; Masriani Sihotang; Mikael Situmorang
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.262

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama di wilayah perkotaan, termasuk Kecamatan Medan Kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan peta digital dalam mengidentifikasi persebaran titik kemacetan serta faktor penyebabnya. Metode yang digunakan Adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi menggunakan peta digital Google Maps. Data dikumpulkan pada waktu pagi dan sore hari sebagai jam sibuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan terkonsentrasi pada ruas jalan utama seperti Jalan Halat, Jalan Ir. H. Juanda, dan Jalan Sisingamangaraja. Faktor penyebab kemacetan meliputi tingginya volume kendaraan, kapasitas jalan terbatas, aktivitas sosial ekonomi, serta parkir liar. Pemanfaatan peta digital terbukti efektif dalam memberikan informasi real-time sehingga membantu identifikasi lokasi kemacetan secara spasial. Dengan demikian, peta digital dapat menjadi alat pendukung dalam perencanaan transportasi dan pengambilan kebijakan.
Analisis Pendapatan Petani Padi di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020-2024 Mahara Sintong; Muhammad Miftahurridlo; Rohil Al Azizah; Hansel Yasomasi’ita Mendrofa; Endang Melda Sari Telaumbanua; Edwin Christovel Rumahorbo; Nadilla Misdarani; Reicel Natanael Sinurat
Journal of Civic and Character Education Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i1.7600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan produksi, harga gabah, biaya produksi, serta pendapatan petani padi di Provinsi Sumatera Utara selama lima tahun, yaitu tahun 2020 sampai dengan 2024. Sumber data yang digunakan berasal dari data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS), Sensus Pertanian 2023, serta beberapa penelitian mikro di daerah Kabupaten Batubara dan Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deret waktu (time series). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa produksi padi cenderung tetap stabil, berada di kisaran 2,09 hingga 2,21 juta ton GKG. Sementara itu, harga gabah kering panen (GKP) mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp6.200 per kilogram pada tahun 2024. Total pendapatan meningkat dari Rp10,379 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp13,640 triliun pada tahun 2024, serta pendapatan bersih petani naik dari Rp6,293 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp9,495 triliun pada tahun 2024. Kenaikan harga gabah menjadi factor Utama yang memengaruhi peningkatan pendapatan petani, dibandingkan dengan perubahan pada tingkat produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa stabilitas harga, efisiensi biaya, dan dukungan teknologi merupakan factor Utama yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani padi di Sumatera Utara.