Agus Maulana
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN KOMUNIKASI KELUARGA MODERN BERBASIS NILAI-NILAI HADIS Muhammad Syahbana Al Fatih; Agus Maulana
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i2.638

Abstract

Penelitian ini membahas strategi membangun komunikasi keluarga modern berbasis nilai-nilai hadis dalam konteks Kajian Hadis Tematik Kontemporer. Komunikasi keluarga menjadi aspek fundamental dalam membentuk karakter, stabilitas emosional, dan internalisasi nilai moral anggota keluarga. Perkembangan teknologi digital dan media sosial menghadirkan tantangan baru, termasuk kesenjangan generasi, dominasi perangkat digital, dan risiko miskomunikasi. Nilai-nilai hadis menawarkan pedoman normatif yang relevan untuk mengembangkan interaksi yang harmonis, empatik, dan berbasis prinsip keadilan, kelembutan, serta nasihat bijak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka lima tahun terakhir, menelaah literatur terkait komunikasi keluarga modern, integrasi nilai agama, dan kajian hadis tematik kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip hadis dalam komunikasi keluarga mencakup mendengarkan aktif, penyampaian pesan dengan kelembutan, pendidikan moral berbasis hadis, dan kontrol terhadap pengaruh eksternal. Strategi ini terbukti meningkatkan kualitas interaksi, memperkuat keterikatan emosional, mengurangi konflik internal, serta membentuk karakter anggota keluarga yang adaptif terhadap tantangan sosial dan teknologi modern.
KAJIAN PSIKOLOGIS TENTANG NAFS DALAM QS. AL FAJR; 27 – 30 MEURUT TAFSIR MAFATIH AL GHAIB Agus Maulana; Siti Sa’adatul Rizkiya
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i2.646

Abstract

Kajian ini menganalisis konsep nafs dalam QS. Surah Al-Fajr ayat 27–30 melalui perspektif tafsir Mafatih al-Ghaib karya Fakhr al-Din al-Razi serta relevansinya dalam psikologi kontemporer. Fokus utama terletak pada pemaknaan nafs al-muthma’innah sebagai kondisi kejiwaan yang stabil, tenang, serta terintegrasi antara aspek spiritual dan psikologis. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, memanfaatkan literatur klasik serta penelitian empiris lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep nafs al-muthma’innah memiliki kesesuaian kuat dengan teori psychological well-being, terutama pada aspek regulasi emosi, kontrol diri, serta pencapaian makna hidup. Data empiris menunjukkan bahwa individu dengan orientasi spiritual memiliki tingkat stres lebih rendah hingga 30% serta kepuasan hidup lebih tinggi hingga 35%. Integrasi antara tafsir klasik dan psikologi modern menghasilkan pendekatan holistik dalam memahami kejiwaan manusia. Kajian ini menegaskan bahwa nilai spiritual dalam Al-Qur’an memiliki kontribusi signifikan dalam membangun kesehatan mental serta ketahanan psikologis pada era modern yang penuh tekanan sosial dan perubahan cepat.
MAZHAB TAFSIR AL-KHAWARIJ: METODE, KARAKTERISTIK, TOKOH DAN KARYANYA Nadia Andini; Rizky Akbar Mubarakh Munthe; Agus Maulana; Akhmad Dasuki
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 6 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juni 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i6.405

Abstract

Penafsiran Al-Qur'an sering kali tidak terlepas dari kepentingan politik dan teologis kelompok tertentu, sebagaimana terjadi pada aliran Khawarij yang muncul pasca Perang Shiffin. Artikel ini mengkaji secara komprehensif mazhab tafsir Al-Khawarij dengan fokus pada empat aspek utama, yaitu metode, sumber, karakteristik penafsiran, serta tokoh dan karya tafsirnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data primer adalah kitab Al-Mufassirun Hayatuhum wa Manhajuhum karya Muhammad 'Ali Ayazi, sementara sumber sekunder berupa jurnal akademik, skripsi  dan buku-buku relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khawarij terpecah menjadi tujuh sekte dengan tingkat ekstremitas berbeda, dan hanya al-Ibadhiyah yang masih bertahan hingga kini. Sumber penafsiran Khawarij terdiri atas Al-Qur'an yang dipahami secara tekstual dan Sunnah yang merujuk pada Musnad al-Rabi' bin Habib, dengan tidak menggunakan qiyas namun menerima ijma' internal. Metode penafsiran yang digunakan adalah penolakan terhadap takwil. Karakteristik penafsiran Khawarij meliputi literal-harfiah, dangkal, penggunaan hadis lemah dan Israiliyyat, pengabaian asbab al-nuzul, serta fanatisme ideologis. Kekurangan mendasar tafsir Khawarij terletak pada pendekatan literal yang dangkal, penolakan takwil, penggunaan riwayat lemah, pengabaian kaidah tafsir, serta orientasi ideologis-fanatik yang menjadikan tafsir sebagai alat legitimasi kelompok. Tafsir Khawarij bersifat eksklusif untuk golongan mereka, sehingga perbedaan perspektif antara Khawarij dan ulama Sunni menjadi sorotan utama. Kajian ini relevan untuk memahami akar ideologis gerakan kontemporer yang membawa mentalitas Khawarij.