Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin Melalui Moderasi Beragama di Mas Hidayatul Muslimin Agung Wibosono
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.630

Abstract

Implementasi moderasi beragama dalam membentuk profil pelajar rahmatan lil alamin di MAS Hidayatul Muslimin 2 menghadapi tantangan serius akibat belum adanya regulasi institusional yang ajek. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi penguatan karakter tersebut, mengidentifikasi kendala sistemik, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai praktik pembelajaran di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan kebijakan resmi menyebabkan internalisasi nilai moderasi berjalan sporadis dan sangat bergantung pada inisiatif personal guru, sehingga aspek afektif siswa seringkali terabaikan oleh dominasi orientasi kognitif. Secara kontribusi teoritis, penelitian ini memperluas penerapan teori moral kolektif Emile Durkheim dengan memosisikan moderasi beragama sebagai fakta sosial yang harus dilembagakan untuk menciptakan integrasi sosial di lingkungan pendidikan. Sementara itu, secara kontribusi kebijakan, penelitian ini merekomendasikan perlunya formalisasi moderasi beragama ke dalam standar operasional prosedur madrasah serta restrukturisasi sistem penilaian karakter yang lebih autentik guna memastikan keberlanjutan program. Dengan demikian, sinergi antara otoritas kebijakan dan peningkatan kompetensi pedagogis guru menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi muslim yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman plural.
Benchmarking Implementasi Moderasi Beragama dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pada Mata Pelajaran PAI di Madrasah Aliyah Hidayatul Muslimin 2 Agung Wibosono; Wahab
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joumi.v4i2.715

Abstract

Penguatan moderasi beragama dalam pendidikan Islam menjadi isu strategis di tengah meningkatnya tantangan keberagaman. Namun, internalisasi nilai tersebut masih cenderung normatif dan belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran dan sistem penjaminan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta efektivitas sistem penjaminan mutu dalam mendukung internalisasi nilai-nilai tersebut di Madrasah Aliyah Hidayatul Muslimin 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, dan tim penjaminan mutu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama telah diupayakan dalam proses pembelajaran, namun masih bersifat implisit dan belum terstruktur dalam perangkat pembelajaran. Sistem penjaminan mutu yang berjalan cenderung berorientasi administratif dan belum mengakomodasi indikator substantif yang mengukur sikap moderat peserta didik. Selain itu, terdapat kendala struktural berupa keterbatasan kapasitas pedagogis guru serta minimnya dukungan kebijakan dan jejaring kolaboratif eksternal. Berdasarkan temuan tersebut, madrasah berada pada tahap awal pengembangan dalam integrasi moderasi beragama, sehingga diperlukan langkah strategis berupa rekonstruksi indikator mutu berbasis afektif, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kemitraan kelembagaan, serta penyusunan kebijakan internal yang operasional dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi sistem penjaminan mutu dari orientasi administratif menuju pendekatan substantif guna mewujudkan pendidikan agama yang moderat dan kontekstual.