Penguatan moderasi beragama dalam pendidikan Islam menjadi isu strategis di tengah meningkatnya tantangan keberagaman. Namun, internalisasi nilai tersebut masih cenderung normatif dan belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran dan sistem penjaminan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta efektivitas sistem penjaminan mutu dalam mendukung internalisasi nilai-nilai tersebut di Madrasah Aliyah Hidayatul Muslimin 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, dan tim penjaminan mutu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama telah diupayakan dalam proses pembelajaran, namun masih bersifat implisit dan belum terstruktur dalam perangkat pembelajaran. Sistem penjaminan mutu yang berjalan cenderung berorientasi administratif dan belum mengakomodasi indikator substantif yang mengukur sikap moderat peserta didik. Selain itu, terdapat kendala struktural berupa keterbatasan kapasitas pedagogis guru serta minimnya dukungan kebijakan dan jejaring kolaboratif eksternal. Berdasarkan temuan tersebut, madrasah berada pada tahap awal pengembangan dalam integrasi moderasi beragama, sehingga diperlukan langkah strategis berupa rekonstruksi indikator mutu berbasis afektif, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kemitraan kelembagaan, serta penyusunan kebijakan internal yang operasional dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi sistem penjaminan mutu dari orientasi administratif menuju pendekatan substantif guna mewujudkan pendidikan agama yang moderat dan kontekstual.
Copyrights © 2026