Wikasanti Dwi Rahayu
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengenali Ciri-Ciri Uang Asli Sebagai Edukasi Publik Untuk Mencegah Peredaran Uang Palsu Fathul Alim Azka; Wikasanti Dwi Rahayu
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan uang asli dan palsu meningkatkan risiko menjadi korban peredaran uang palsu, khususnya pada anak-anak dan orang tua. Meskipun Bank Indonesia telah menyediakan panduan resmi, sosialisasi di tingkat masyarakat masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengenali uang asli serta mencegah peredaran uang palsu. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui observasi dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi keuangan berbasis partisipasi mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali ciri-ciri uang asli secara mandiri serta menerapkan metode 3D dengan benar. Antusiasme peserta menegaskan efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan literasi finansial. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan edukasi keuangan di tingkat masyarakat berperan penting dalam pencegahan peredaran uang palsu, khususnya di wilayah Jorong Cicawan yang sebelumnya minim sosialisasi perbankan. Limited public understanding of distinguishing between genuine and counterfeit money increases the risk of becoming victims of counterfeit currency, particularly among children and the elderly. Although Bank Indonesia provides official guidelines, outreach at the community level remains limited. This community service aims to enhance public knowledge and skills in recognizing genuine money and preventing the circulation of counterfeit money. The method used is Participatory Action Research (PAR), involving active community participation through observation and documentation during the activities. The results indicate that participatory financial education improves participants’ ability to independently identify the characteristics of genuine money and correctly apply the 3D method. Participants’ enthusiasm also highlights the effectiveness of the participatory approach in enhancing financial literacy. These findings suggest that strengthening community-based financial education plays a vital role in preventing counterfeit money circulation, particularly in Jorong Cicawan, where prior banking outreach was limited.
Pendampingan Sertifikasi Produk Halal Madu Galo-Galo Jorong Kukuban untuk Peningkatan Kepercayaan Konsumen Roni Tua Nasution; Wikasanti Dwi Rahayu; Dinda Paradila; Putri Handayani; Lili Kurniati
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sertifikasi halal kini tidak hanya menjadi persyaratan hukum Islam, tetapi juga kebutuhan pasar untuk menjamin kualitas produk dan membangun kepercayaan konsumen. Artikel pengabdian masyarakat ini membahas pelaksanaan sertifikasi halal sebagai bentuk tanggung jawab moral dan ekonomi bagi pelaku usaha Muslim, dengan fokus pada produk Madu Galo-Galo di Jorong Kukuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan proses sertifikasi halal, kendala yang dihadapi pelaku usaha, serta dampak setelah memperoleh sertifikasi halal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi proses sertifikasi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun proses sertifikasi melalui skema deklarasi mandiri BPJPH relatif sederhana, pelaku usaha tetap memerlukan pendampingan teknis dan edukasi mendalam mengenai standar halal. Sertifikasi halal terbukti meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai ekonomi produk. Halal certification is no longer merely a religious requirement but also a market necessity to ensure product quality and consumer trust. This community service article discusses the implementation of halal certification as a form of moral and economic responsibility for Muslim businesses, focusing on Madu Galo-Galo products in Jorong Kukuban. This study employed a qualitative descriptive approach to describe the process of halal certification, the challenges faced by local businesses, and the impact after obtaining halal certification. Data were collected through interviews, observations, and documentation of the certification process. The results indicate that although the certification process under the BPJPH self-declaration scheme is relatively simple, businesses still require technical guidance and comprehensive education regarding halal standards. Obtaining halal certification has contributed to increasing consumer confidence, expanding market access, and enhancing the economic value of the products