Teguh Santoso
STIKES Guna Bangsa Yogyakarta RSUP dr. Kariadi Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DURASI NYERI PRE-HOSPITAL BERHUBUNGAN DENGAN LAMA RAWAT PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUANG INTENSIF RUMAH SAKIT JIH, YOGYAKARTA Catur Purnaningsih; Teguh Santoso; Maryudella Afrida
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 5 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v5i1.258

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi akibat adanya sumbatan pada arteri koroner sehingga mengakibatkan terganggunya suplai oksigen ke otot jantung. Tanda yang sring muncul adalah nyeri dada atau rasa tidaknyaman yang menjalar ke leher, rahang, bahu sebelah kiri hingga punggung. Durasi nyeri yang timbul pada setiap orang dirasakan berbeda-beda. Pasien dengan PJK memiliki peluang menjalani perawatan ulang dalam waktu kurang lebih 30 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi nyeri pre-hospital dengan lama rawat ini di ruang intensif. Ini merupakan penelitian deskritif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yakni 66 responden dengan menggunakan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis rumah sakit pada bulan Juli sampai Desember 2019. Selanjutnya, data diolah dengan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi nyeri pre-hospital lebih dari 20 menit pada seluruh responden. Durasi rawat inap pada 49 responden yekni lebih dari 3 hari dan sebanyak 17 responden dirawat kurang dari 3 hari. Hubungan antar variabel menunjukkan terdapat nilai yang signifikan (p < 0.05) dan memiliki keeratan yang kuat. Kesimpulan penelitian durasi nyeri pre-hospital dapat meningkatkan lama rawat inap pada pasien PJK.    Kata Kunci: Penyakit jantung coroner, lama rawat, nyeri, ruang rawat intensif
TINGKAT NYERI PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT : THE PAIN LEVELS IN PATIENTS WITH ACUTE CORRONARY SYNDROME Fifin Prakasiwi Yuhartanti; Teguh Santoso; Erika Nurwidiyanti
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v5i2.308

Abstract

Karakteristik klinis pada pasien dengan sindrom koroner akut (SKA) adalah mual, muntah, sesak napas, dan yang paling sering yakni nyeri dada. Sindrom koroner akut terjadi akibat adanya sumbatan atau kekakuan pada pembuluh darah koroner yaitu pada right coronary artery (RCA), left mean artery (LMA) yang bercabang menjadi left anterior descendent (LAD) dan left circumflex (LCx). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat nyeri dengan lokasi penyumbatan arteri koroner pada pasien SKA. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan pendekatan cross-sectional dengan responden sebanyak 75. Informasi data responden didapatkan dari data sekunder yang berasal dari rekam medis pasien pada bulan Juni-Desember 2020. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 65,3±6,12 tahun dengan 74,7% responden berjenis kelamin laki-laki. 64% responden mengalami nyeri kategori berat dan 46,7% lokasi sumbatan atau infark berada di bagian inferior. Uji korelasi antara tingkat nyeri dengan lokasi sumbatan pembuluh koroner didapatkan nilai p= 0,000 dengan nilai korelasi koefisien 0,0799. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara tingkat nyeri dengan lokasi sumbatan koroner.