Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Krisis Kepercayaan di Era Deepfake: Tantangan Baru Humas dalam Membangun Reputasi Digital Amalia, Khairunnisa Luthfi; Khairia; Siti Nurmiana; Maulana Aditya; Wicaksana Pamungkas; Muhammad Raihan Febriansyah
Jurnal Komunikasi dan Kewirausahaan Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Komunikasi dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Komunikasi dan Bisnis Universitas Saintek Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56459/k86m4357

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah memunculkan fenomena deepfake yang secara signifikan mengubah lanskap komunikasi digital dan praktik kehumasan. Deepfake tidak hanya menghadirkan inovasi visual, tetapi juga menimbulkan krisis kepercayaan publik akibat meningkatnya potensi manipulasi informasi, serangan reputasi, dan disinformasi terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana deepfake mempengaruhi kredibilitas institusi, serta menelaah strategi humas dalam menjaga dan memulihkan reputasi di era ketidakpastian digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap penelitian lima tahun terakhir yang membahas isu deepfake, kepercayaan publik, manajemen krisis, dan reputasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa deepfake telah menjadi ancaman strategis bagi legitimasi organisasi karena kemampuannya meniru suara, wajah, dan perilaku tokoh publik secara realistis sehingga memicu kerentanan terhadap misinformasi dan rekayasa citra. Temuan juga mengungkap bahwa efektivitas peran humas sangat bergantung pada kecepatan deteksi, transparansi komunikasi krisis, serta penguatan literasi digital publik. Oleh karena itu, humas perlu mengintegrasikan pendekatan berbasis teknologi, etika komunikasi, dan manajemen risiko untuk membangun ketahanan reputasi yang berkelanjutan di tengah ekosistem informasi yang semakin rentan terhadap manipulasi.
Dampak Media Sosial terhadap Komunikasi Interpersonal di Era Digital Muhammad Ridha; Muhammad Fadhilurrozaq; Wicaksana Pamungkas; Adam Muliana
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol. 7 No. 2 (2025): April
Publisher : Departement of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v7i2.1626

Abstract

Komunikasi interpersonal pada dasarnya adalah komunikasi yang terjadi secara langsung atau tatap muka antara individu, di mana setiap pihak yang terlibat saling memengaruhi persepsi satu sama lain. Menurut De Vito, komunikasi interpersonal berlangsung antara dua orang yang memiliki hubungan yang jelas dan terhubung dengan berbagai cara. Dari perspektif situasional, komunikasi interpersonal berfokus pada interaksi antara dua individu yang berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal. Selain itu, komunikasi ini juga ditandai dengan umpan balik yang cepat. Penelitian tentang komunikasi interpersonal telah menunjukkan betapa pentingnya aspek nonverbal dalam menyampaikan pesan. Gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara sering kali menyampaikan makna yang lebih mendalam dibandingkan dengan kata-kata saja. Selain itu, faktor budaya juga berperan besar dalam membentuk gaya komunikasi seseorang. Perbedaan budaya dapat menimbulkan tantangan dalam memahami dan menafsirkan pesan, sehingga keterampilan komunikasi lintas budaya menjadi sangat penting. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai dinamika komunikasi interpersonal sangat diperlukan untuk membangun hubungan yang harmonis, menyelesaikan konflik, dan mencapai tujuan bersama.