Rizano akbar Rizano
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Penilaian Kognitif Berbasis Taksonomi Bloom dan Problematika Pembelajran PAI Rahmat Mufarid; Rizano akbar Rizano; Bagus Nova Kamajaya; Abdurrahmansyah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 02 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i2.168

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) saat ini menghadapi sejumlah tantangan mendasar dalam pelaksanaannya. Salah satu penyebabnya adalah perkembangan pesat teknologi informasi di era industri 4. 0, yang mengharuskan pendidik untuk segera merancang strategi pembelajaran yang bersifat adaptif dan inovatif. Selain itu, kurikulum sangat berperan dalam mengarahkan proses penilaian yang menjadi indikator tingkat pencapaian dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kerangka evaluasi dalam konteks pemikiran serta tantangan nyata yang muncul di lapangan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa evaluasi kognitif dalam PAI seharusnya mengikuti enam tingkat Taksonomi Bloom, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, menciptakan, dan mengevaluasi, yang berfungsi sebagai dasar utama untuk menilai kemampuan berpikir siswa secara menyeluruh. Instrumen yang digunakan untuk pengukuran meliputi model pilihan ganda biasa, model asosiasi, penyelesaian berganda, hingga instrumen berbasis kasus atau diagram. Meskipun kerangka evaluasi sudah lengkap, para pendidik masih menghadapi tantangan nyata, seperti keragaman keyakinan di dalam kelas, kurangnya arahan manajerial untuk kelas yang pluralistik bagi guru, serta kurangnya materi pengajaran yang mencakup semua perbedaan keyakinan. Sebagai kesimpulan, dengan menggunakan pendekatan dan metode yang sesuai, guru dapat mengatasi kesulitan dalam implementasi ini untuk membentuk generasi penerus yang memahami agama dengan baik, berpikiran terbuka, dan mampu berkontribusi secara aktif dalam masyarakat yang pluralistik di zaman sekarang.