Rahmat Mufarid
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fiqh dalam Era Digital: Tantangan dan Respons Ulama Rahmat Mufarid; Sila Monika; Sabila Ayu; Rizano Akbar; Imam Tauhid
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 06 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.98

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa pengaruh yang besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalam kegiatan religius dan pendidikan Islam. Dalam konteks hukum Islam, fiqh kini menghadapi tantangan baru yang muncul sebagai akibat dari perubahan digital yang berlangsung pesat. Penelitian ini berfokus pada kajian akademis yang mengeksplorasi perbedaan antara fiqh konvensional dan keadaan sosial masa kini, terutama dalam hal dakwah lewat platform digital. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi tantangan utama yang dihadapi fiqh ketika menyongsong era digital serta menganalisis pandangan para ulama mengenai perubahan yang telah terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Informasi diperoleh dari berbagai jenis sumber, baik yang bersifat primer maupun sekunder, seperti kitab fiqh, artikel ilmiah, dan sumber daring yang dapat diandalkan. Temuan dari penelitian mengungkapkan bahwa meskipun fiqh modern berupaya menerapkan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah dalam konteks digital, fiqh tradisional cenderung lebih memperhatikan bahasa dan sikap yang ditunjukkan oleh ulama. Para akademisi masa kini menekankan betapa pentingnya etika dalam pendidikan digital, kemampuan literasi informasi, dan literasi media untuk membantu membangun komunitas Muslim yang kritis dan berkarakter. Singkatnya, dakwah digital bukan sekadar sebuah inovasi teknologi, tetapi juga menghadirkan ruang baru bagi ulama dalam melakukan ijtihad agar prinsip-prinsip Islam tetap dapat diaplikasikan dalam dunia teknologi saat ini.Abstrak ditulis pasca-halaman judul artikel.
Penerapan Penilaian Kognitif Berbasis Taksonomi Bloom dan Problematika Pembelajran PAI Rahmat Mufarid; Rizano akbar Rizano; Bagus Nova Kamajaya; Abdurrahmansyah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 02 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i2.168

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) saat ini menghadapi sejumlah tantangan mendasar dalam pelaksanaannya. Salah satu penyebabnya adalah perkembangan pesat teknologi informasi di era industri 4. 0, yang mengharuskan pendidik untuk segera merancang strategi pembelajaran yang bersifat adaptif dan inovatif. Selain itu, kurikulum sangat berperan dalam mengarahkan proses penilaian yang menjadi indikator tingkat pencapaian dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kerangka evaluasi dalam konteks pemikiran serta tantangan nyata yang muncul di lapangan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa evaluasi kognitif dalam PAI seharusnya mengikuti enam tingkat Taksonomi Bloom, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, menciptakan, dan mengevaluasi, yang berfungsi sebagai dasar utama untuk menilai kemampuan berpikir siswa secara menyeluruh. Instrumen yang digunakan untuk pengukuran meliputi model pilihan ganda biasa, model asosiasi, penyelesaian berganda, hingga instrumen berbasis kasus atau diagram. Meskipun kerangka evaluasi sudah lengkap, para pendidik masih menghadapi tantangan nyata, seperti keragaman keyakinan di dalam kelas, kurangnya arahan manajerial untuk kelas yang pluralistik bagi guru, serta kurangnya materi pengajaran yang mencakup semua perbedaan keyakinan. Sebagai kesimpulan, dengan menggunakan pendekatan dan metode yang sesuai, guru dapat mengatasi kesulitan dalam implementasi ini untuk membentuk generasi penerus yang memahami agama dengan baik, berpikiran terbuka, dan mampu berkontribusi secara aktif dalam masyarakat yang pluralistik di zaman sekarang.
DAMPAK PENGGUNAAN VIDEO INTERAKTIF TERHADAP PENGALAMAN BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DIKELAS Rahmat Mufarid; Rizano Akbar; Bagus Nova Kamajaya; Reza Arista Mita; Zahara Kanesa; Sariatul Kiptiyah; Sri Maryati
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 03 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i03.204

Abstract

Inovasi digital kini merombak total dunia edukasi, khususnya lewat pemanfaatan tayangan interaktif. Studi ini menyelidiki bagaimana murid menimba ilmu lewat media tersebut sekaligus pengaruhnya bagi kebebasan mereka saat belajar. Tayangan interaktif, yang memadukan konten visual-audio dengan fitur canggih layaknya tes atau simulasi, nyata mengatrol gairah, konsentrasi, serta keaktifan anak didik selama diklat. Selain itu, sarana ini memacu peserta didik supaya lebih mandiri menentukan sasaran akademik, memantau kemajuan, serta memakai bahan ajar secara optimal. Hasil riset mengisyaratkan bahwa klip animasi bermuatan belajar berbasis masalah tergolong pantas diterapkan lantaran sanggup memupuk rasa kepemilikan, membangun suasana sekolah yang asyik, serta memenuhi kriteria alat pengajaran bermutu. Kendala paling berat berupa minimnya bimbingan bagi pendidik dan keterjangkauan alat canggih, namun masalah ini bisa diselesaikan lewat pendampingan serta teknik pengajaran yang tepat. Walhasil, tayangan interaktif bukan cuma manjur dalam menaikkan keaktifan murid, melainkan pula punya fungsi vital guna memicu kemandirian menimba ilmu di zaman modern.