Muhammad Musonawawi
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bimbingan Guru Kompeten dan Kemandirian Belajar Peserta Didik di Era Digital Competent Teacher Guidance and Student Learning Autonomy in the Digital Era Didit Darmawan; Muhammad Musonawawi
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 03 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i03.191

Abstract

Penelitian ini melakukan tinjauan pustaka mengenai pengaruh lingkungan sekolah agama madrasah terhadap motivasi siswa dalam beribadah dan disiplin, serta bagaimana unsur-unsur ini berperan sebagai dasar bagi hasil belajar dalam Pendidikan Islam dan memperkuat ketahanan belajar. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan kualitatif, penelitian ini menganalisis sumber akademik yang relevan untuk membangun sintesis konseptual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekologi spiritual madrasah membentuk kesadaran spiritual siswa melalui pembiasaan, teladan, dan internalisasi nilai. Kesadaran ini mendorong motivasi intrinsik untuk beribadah dan disiplin diri yang autentik, yang penting untuk mencapai hasil Pendidikan Islam yang bermakna di luar penguasaan kognitif semata. Selain itu, motivasi ibadah memberikan kedamaian batin dan orientasi hidup yang melampaui pencapaian akademik, memungkinkan siswa untuk memandang kesulitan sebagai peluang untuk berkembang. Disiplin ibadah menumbuhkan kontrol diri, manajemen waktu, dan konsistensi yang penting untuk ketekunan akademik. Kedua variabel tersebut berfungsi sebagai sumber psikologis yang memperkuat ketahanan siswa dalam menghadapi lingkungan sekolah yang kompetitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekologi spiritual yang dirancang dengan baik di madrasah bukan sekadar simbol identitas Islam, tetapi juga landasan strategis untuk mengembangkan pembelajar yang tangguh, mampu mencapai hasil pembelajaran maksimal sambil mempertahankan integritas spiritual. Temuan ini mengisyaratkan perlunya integrasi sistematis antara pengembangan spiritual dan pembangunan kapasitas akademik dalam kebijakan dan praktik di madrasah