Amir Bandar Abdul Majid
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Education on Corpse Care Using the Demonstration Method: An Effort to Improve Understanding of Islamic Sharia Moch. Hasan Sidqi; Hasmi Nur Bayhaqi; Amir Bandar Abdul Majid; Iszanul Dani Nurdiansyah; M. Yusron Maulana El-Yunusi; Didit Darmawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Fatimah Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi II, December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caring for a corpse is an important practice that must be learned, as it is considered obligatory in Islam when no one else is available to perform it. This community service project aims to enhance understanding of both the theoretical and practical aspects of corpse care among students at Nurul Mushofa Islamic Boarding School in Tambak Lekok Village and Darun Najah MTs in Tampung Lekok Village, Pasuruan. The project was based on research conducted using the Participatory Action Research method. The results indicate that students at Nurul Mushofa Islamic Boarding School and MTs Darun Najah have significantly improved their knowledge and skills in both the theoretical and practical aspects of corpse care
Politisasi Ashabiyah Nahdhatul Ulama dalam Melanggengkan Nilai-Nilai Aswaja Terhadap Civil Society Melalui Kementerian Agama Amir Bandar Abdul Majid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1218

Abstract

Peribadahan di masyarakat Islam yang diambil dari dalil-dalil shohih masih menjadi problem di Islam Kontemporer. Bentuk ke-sanad-an dan doktrin Ashabiyah menjadi revalidasi masyarakat dalam memilah ajaran Islam untuk beribadah. Masyarakat cenderung melakukan politisasi agama dalam memilah sumber Islam, sehingga perbedaan beribadah sangat sulit diterima karena kuatnya politisasi Ashabiyah. Penelitian ini menggunakan literatur review untuk mendapatkan data primer dan skunder dari motif politisasi ashabiyah yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Islam Kontemporer motif bermazhab masih dilanggengkan melalui politisasi Ashabiyah Nahdlatul Ulama. Gerakan politisasi Ashabiyah Nahdlatul Ulama ditemukan 1) menjadikan masjid agung sebagai identitas yang ter-validasi dengan ibadah yang diakui negara, 2) penetapan hari besar adalah keputusan masyarakat Ashabiyah Nahdlatul Ulama.
Internalisasi Nilai-Nilai Keagamaan Perilaku Peserta Didik: Studi Kegiatan Positif di Lingkungan MTs Unggulan Al-Jadid Waru Sidoarjo Amir Bandar Abdul Majid; Zhunnun Qothrunnada Annisa Salam Al Madury; Istifaiyyatul Qudsi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1487

Abstract

This study aims to examine the efforts of the academic community at MTs Unggulan Al-Jadid Waru Sidoarjo in internalizing religious values among students through various positive activities within the school environment. The research focuses on the methods or strategies used to internalize these values through positive activities. A qualitative approach with field study methods was employed in this research. Data were collected through interviews and observations. The findings reveal that the internalization process is carried out through habituation and a deep understanding of belief values and Islamic norms, reflected in routine activities such as 5S (Smile, Greeting, Salutation, Politeness, and Courtesy), recitation of prayers and the Qur'an before lessons, congregational prayers, commemoration of Islamic holidays, and religious extracurricular activities. The academic community employs a holistic strategy that includes integrating a values-based curriculum, habituation through daily routines and extracurricular activities, as well as role modeling from all members of the academic community. Effective communication between the school, students, and parents is also a crucial factor in supporting the internalization of religious values. Although there is no specific written plan, the school has successfully integrated religious values into various daily activities and provided role models from the entire academic community, thus shaping students' character to be religious, disciplined, and morally upright.
Proses Rekruitment Bakal Calon Anggota Legislatif Partai Pkb Sidoarjo Tahun 2024 Putri Nur Amanah; Dwi Astutiek; Amir Bandar Abdul Majid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana proses rekrutmen bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) dilakukan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Sidoarjo menjelang Pemilu 2024. Sebagai salah satu partai berbasis massa Islam terbesar di Indonesia, PKB memainkan peran strategis dalam menentukan arah politik lokal. Proses rekrutmen Bacaleg bukan hanya soal teknis seleksi, tetapi juga mencerminkan nilai, strategi, dan dinamika kekuasaan yang hidup dalam struktur internal partai. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengurus partai, calon legislatif, dan aktor lokal lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PKB telah mencoba membangun sistem rekrutmen yang lebih terbuka dan sistematis, praktik informal seperti patronase, loyalitas personal, dan kekuatan modal masih memiliki pengaruh signifikan dalam proses seleksi. Prosedur formal seperti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) memang dijalankan, namun efektivitasnya sering kali dipengaruhi oleh dinamika internal partai dan konteks sosial-politik lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekrutmen Bacaleg masih menjadi ruang tarik-menarik antara idealisme demokrasi dan realitas politik praktis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan rekomendasi bagi perbaikan sistem rekrutmen partai politik di tingkat lokal agar lebih transparan, adil, dan berbasis meritokrasi.