Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN PEMANFAATAN PANGAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI LANSIA DI PANTI SOSIAL MECI ANGI, KELURAHAN JATIWANGI, KOTA BIMA Dea Zara Avila; Muhammad Ramdhan; Israjunna Israjunna; Muammar Iksan; Alkhair Alkhair
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v9i1.2352

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) berimplikasi pada meningkatnya risiko permasalahan kesehatan, khususnya terkait status gizi dan penyakit degeneratif. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal menjadi strategi yang relevan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya gizi seimbang melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal berupa bubur ayam beras merah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pembagian pamflet edukatif, serta demonstrasi pembuatan bubur ayam beras merah. Kegiatan dilaksanakan di Panti Sosial Lanjut Usia Meci Angi Kota Bima dengan melibatkan 55 lansia sebagai peserta, 5 pengurus panti social dan 10 mahasiswa program studi Gizi Universitas Muhammadiyah Bima. Evaluasi dilakukan kuesioner pre-post test dan wawancara tingkat penerimaan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman lansia dari 35% yang memiliki pengetahuan dengan kategori baik, meningkat menjadi 90%. serta peningkatan pengetahuan juga ditunjukkan melalui partisipasi aktif selama kegiatan. Selain itu, produk bubur ayam beras merah memperoleh respons positif dari peserta berdasarkan aspek rasa, tekstur, dan kemudahan konsumsi. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi gizi dan pemberian PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan penerimaan lansia terhadap makanan bergizi. Program ini berpotensi menjadi model intervensi berkelanjutan dalam upaya peningkatan status gizi lansia