Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Lingkungan yang Kaya Literasi: Tinjauan Pustaka Sistematis dalam Mengurangi Dampak Negatif Gadget pada Anak Usia Dini: Systematic Review Rubiyanta Rubiyanta; Suryo Ediyono
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.830

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini terus meningkat dan dapat berdampak pada perkembangan bahasa, sosial, dan emosional anak. Rendahnya literasi keluarga dan keterbatasan kapasitas ibu dalam mengatur penggunaan perangkat digital turut memperparah kondisi tersebut. Pemberdayaan ibu melalui penguatan lingkungan literasi keluarga diyakini dapat menjadi strategi efektif untuk membentuk pola pengasuhan digital yang sehat. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis efektivitas intervensi literasi keluarga dalam meningkatkan kemampuan ibu dan mengurangi dampak negatif gadget pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan systematic review yang mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan pada database Scopus, PubMed, dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci: “family literacy”, “literacy-rich environment”, “digital parenting”, “early childhood”, dan “screen time”. Artikel yang diinklusi adalah penelitian primer dengan desain RCT, quasi-experimental, case–control, atau intervensi komunitas yang melibatkan ibu dengan anak usia 0–6 tahun. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Sebanyak 412 artikel didapatkan 10 artikel memenuhi kriteria dengan total 2.625 responden dari berbagai negara. Intervensi yang diterapkan meliputi edukasi literasi keluarga, pelatihan literasi digital, aktivitas membaca bersama, dan program pemberdayaan komunitas. Seluruh penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pengasuhan digital, penurunan durasi screen time anak, serta perbaikan interaksi ibu–anak. Beberapa studi juga menunjukkan penurunan risiko keterlambatan bahasa dan peningkatan perilaku pengasuhan yang lebih responsif. Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui lingkungan literasi keluarga terbukti efektif meningkatkan kapasitas pengasuhan digital dan mengurangi dampak negatif gadget pada anak usia dini.
Strategi Literasi Keluarga untuk Mengatasi Dampak Negatif Gadget pada Anak: Review Sistematis Program Pemberdayaan Ibu Rubiyanta Rubiyanta; Ravik Karsidi
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1100

Abstract

Peningkatan penggunaan gadget pada anak usia dini berkaitan dengan berbagai risiko perkembangan, seperti keterlambatan bahasa, gangguan perhatian, kesulitan regulasi emosi, dan menurunnya kualitas interaksi sosial. Peran ibu sebagai pengasuh utama sangat menentukan, namun praktik pengasuhan sering terkendala literasi digital dan literasi pengasuhan sehingga gadget kerap menjadi alat “penenang” dan memicu technoference. Penelitian ini menggunakan metode systematic review terhadap artikel primer periode 2015–2025 dari Scopus, ScienceDirect, dan PubMed dengan pedoman PRISMA serta penilaian kualitas CASP. Dari 120 artikel yang teridentifikasi, 5 studi memenuhi kriteria inklusi. Telaah dilakukan melalui systematic review mengikuti pedoman PRISMA, dengan menyeleksi artikel penelitian primer (2015–2025) dari Scopus, ScienceDirect, dan PubMed. Studi yang memenuhi kriteria dinilai kualitasnya menggunakan CASP, lalu disintesis secara kualitatif untuk menilai peran literasi keluarga dalam mengurangi dampak negatif gadget pada anak usia dini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi literasi keluarga dan pengasuhan digital meliputi membaca dan bercerita, permainan interaktif, pendampingan orang tua, diskusi dan seleksi konten, pembatasan screen time, serta pelatihan berbasis komunitas cenderung meningkatkan kapasitas pengasuhan ibu, memperkuat relasi ibu anak, dan menurunkan durasi penggunaan gadget. Literasi keluarga dinilai sebagai pendekatan komprehensif dan efektif untuk membangun pola pengasuhan digital yang sehat pada anak usia dini.