Berdasarkan WHO (World Healt Organization), penyakit kanker merupakan penyebab kematian nomor dua sesudah penyakit kardiovaskuler, setiap tahun terdapat 7 juta penderita kanker payudara serta 5 juta orang meninggal disebabkan kanker payudara. Prevalensi Kejadian kanker payudara meningkat dari tahun ke tahun serta terjadi hampir di seluruh dunia. Data Global Cancer Observatory menyebutkan bahwa ada 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian semakin tinggi menjadi 9,6 juta setiap tahun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan rancangan Randomized Control Trial (RCT). Variabel bebas pada penelitian ini adalah edukasi secara tata muka serta edukasi melalui whats aps group. Tehnik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi di SMKN Ngargoyoso Karangnayar sebanyak 178 siswi, dan sampel yang dipergunakan sebanyak 114 siswi. Analisa data memakai uji beda Mann Whitney serta Wilcoxon. Penelitian ini didominasi siswi berusia 18 tahun, di kelas XII, mendapatkan informasi melalui internet, tidak terdapat perbedaan pengetahuan pada kelompok intervensi (p=0,358) serta kelompok kontrol (p=0,347) setelah dilakukan intervensi, tetapi ada perbedaan pengetahuan antara kelompok kontrol serta kelompok internensi dengan nilai p=0,000 < 0,05 dan nilai N-Gain = 40,98. Edukasi melalui Wa Group dinilai tidak efektif terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri sebagai Upaya deteksi dini terhadap Ca mamae.