Permasalahan gizi anak usia dini menjadi tantangan kesehatan masyarakat global dengan dampak jangka panjang. Laporan UNICEF–WHO–World Bank Joint Child Malnutrition Estimates 2025 menunjukkan sekitar 148 juta anak balita di dunia mengalami stunting dan 45 juta wasting, menandakan dunia belum berada pada jalur pencapaian target SDGs. Usia 6–23 bulan merupakan periode kritis MP-ASI karena kebutuhan gizi meningkat sementara kapasitas konsumsi terbatas. Di Indonesia, prevalensi stunting masih mencapai 19,8% pada tahun 2024. Pengetahuan ibu berperan penting dalam praktik MP-ASI, namun bukti efektivitas media leaflet terstandardisasi masih terbatas, sehingga penelitian ini relevan secara ilmiah dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian menggunakan quasi experimental design pretest–posttest with control group, serta menggunakan uji analisis Paired Sample T-Test. Jumlah sampel 50 Dengan tahap Pretest, Intervensi, Post test. Tujuan : mengevaluasi efektivitas penggunaan media leaflet "Gizi Baduta" terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita dalam praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk anak usia 6–24 bulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan ditandai dengan nilai Sig. 0.00 < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat keefektivitasanLeaflet “Gizi Baduta” terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita dalam praktik pemberian makanan pendamping ASI. Penggunaan Leaflet “Gizi Baduta” efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita 6-24 bulan dalam praktik pemberian MP-ASI.
Copyrights © 2025