Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literature Review: Perbandingan Obesitas Berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan Obesitas Sentral terhadap Risiko Penyakit Metabolik dan Kardiovaskular Muhammad Haekal Rabbani; Anggi Setiorini; Risti Graharti; Evi Kurniawaty
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1226

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan berperan penting sebagai faktor risiko terjadinya penyakit metabolik dan kardiovaskular. Penilaian obesitas secara klinis umumnya menggunakan indeks massa tubuh (IMT), namun indikator ini memiliki keterbatasan dalam menggambarkan distribusi lemak tubuh. Sebaliknya, obesitas sentral yang diukur melalui lingkar perut atau rasio lingkar pinggang-pinggul mencerminkan akumulasi lemak viseral yang lebih erat kaitannya dengan gangguan metabolik dan kardiovaskular. Oleh karena itu, literature review ini bertujuan untuk membandingkan peran obesitas berdasarkan IMT dan obesitas sentral terhadap risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data PubMed dan Google Scholar. Artikel yang disertakan dibatasi pada publikasi sepuluh tahun terakhir, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta membahas hubungan antara indikator obesitas dan risiko penyakit metabolik maupun kardiovaskular pada populasi dewasa. Jurnal nasional dan internasional didapatkan 380 artikel dan 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis secara komprehensif. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa obesitas sentral memiliki hubungan yang lebih kuat dan konsisten dengan risiko sindrom metabolik, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, hipertensi, serta penyakit kardiovaskular dibandingkan obesitas berdasarkan IMT. Beberapa studi melaporkan bahwa individu dengan IMT normal tetapi memiliki obesitas sentral tetap menunjukkan peningkatan risiko kardiometabolik yang signifikan. Hal ini berkaitan dengan peran lemak viseral dalam memicu resistensi insulin, inflamasi kronik, dan disfungsi endotel. Dapat disimpulkan bahwa obesitas sentral merupakan prediktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular yang lebih sensitif dibandingkan obesitas berdasarkan IMT. Oleh karena itu, penggunaan indikator obesitas sentral perlu dipertimbangkan secara rutin dalam praktik klinis untuk deteksi dini dan pencegahan penyakit metabolik serta kardiovaskular.