Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Prenatal Gentle Yoga on Sleep Duration of Primigravida Pregnant Women Oktaviana Manda Putri; Evita Widyawati; Poppy Farasari; Friska Oktaviana
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1233

Abstract

Sleep disturbances are common complaints among primigravida pregnant women due to physical, hormonal, and psychological changes during pregnancy. Inadequate sleep duration may negatively affect maternal health and fetal well-being, highlighting the need for safe and effective non-pharmacological interventions. This study aimed to examine the effect of prenatal gentle yoga on sleep duration among primigravida pregnant women in Tulungagung. A quantitative study with a one-group pretest–posttest design was conducted. The sample consisted of 53 primigravida pregnant women in the second and third trimesters who participated in a prenatal gentle yoga program, selected using a total sampling technique. Sleep duration was measured before and after the intervention using a questionnaire adapted from the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), which has been previously validated and demonstrated good reliability with a Cronbach’s alpha coefficient of >0.70. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that prior to the intervention, most participants had a sleep duration of less than five hours per night, whereas after receiving prenatal gentle yoga, nearly all participants experienced an increase in sleep duration to more than seven hours per night. Statistical analysis revealed a significant difference in sleep duration before and after the intervention (p < 0.05). In conclusion, prenatal gentle yoga has a significant effect on increasing sleep duration among primigravida pregnant women.
Hubungan Konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) dengan Derajat Dismenore pada Mahasiswi Kebidanan di Tulungagung Oktaviana Manda Putri; Siti Suciati; Poppy Farasari; Friska Oktaviana
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.12003

Abstract

Abstrak : Dismenore primer merupakan masalah yang sering dialami perempuan usia reproduksi dan dapat menurunkan kualitas hidup serta produktivitas. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah pola konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) yang cenderung tinggi lemak, gula, dan zat tambahan, sehingga berpotensi memicu inflamasi dan gangguan keseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara konsumsi UPF dengan derajat dismenore primer pada mahasiswi kebidanan di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional dari 35 responden. Pengukuran konsumsi UPF dilakukan melalui kuesioner FFQ, sedangkan tingkat nyeri diukur menggunakan skala NRS, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola konsumsi UPF tinggi (74,3%) dan sebagian besar mengalami nyeri menstruasi kategori berat (71,4%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat (r = 0,933). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi UPF sejalan dengan meningkatnya tingkat keparahan dismenore. Dengan demikian, perbaikan pola makan melalui pengurangan konsumsi makanan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Abstrak: Dismenore primer adalah kondisi umum di kalangan wanita usia reproduktif yang dapat berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari, kualitas hidup, dan produktivitas. Kebiasaan makan, khususnya konsumsi Makanan Ultra-Olah (UPF) yang sering, diduga berkontribusi terhadap kondisi ini karena kandungan lemak, gula, dan aditifnya yang tinggi, yang dapat memicu peradangan dan ketidakseimbangan hormon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara tingkat keparahan dismenore primer dan konsumsi UPF pada mahasiswa kebidanan Tulungagung. Sebanyak 35 responden berpartisipasi dalam penelitian observasional analitik potong lintang. Kuesioner Frekuensi Makanan (FFQ) digunakan untuk mengukur konsumsi UPF, dan Skala Peringkat Numerik (NRS) digunakan untuk mengukur intensitas nyeri. Uji Chi-Square dan korelasi Spearman digunakan untuk menilai data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki konsumsi UPF yang tinggi (74,3%), dan sebagian besar mengalami nyeri menstruasi yang parah (71,4%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi UPF dan tingkat keparahan dismenore (p < 0,05), dengan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0,933). Temuan ini menyiratkan bahwa asupan UPF yang lebih banyak dikaitkan dengan dismenore yang lebih parah. Oleh karena itu, meningkatkan kebiasaan makan dengan mengurangi konsumsi makanan olahan dapat menjadi strategi pencegahan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita.