Agustina
Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Psikologis Abimana dalam Novel Papah Bumi & Bumi Karya Hellnyla Agustina; Jusrin Efendi Pohan; Dian Syahfitri
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v8i1.8147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis Abimana, tokoh utama dalam novel *Papah Bumi & Bumi* karya Hellnyla, melalui pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini berfokus pada penggambaran dinamika psikologis Abimana, faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kondisi psikologisnya, serta proses transformasi emosional dan pemulihan diri berdasarkan lima tahapan duka cita menurut Kübler-Ross. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif. Data primer terdiri atas kutipan teks dari novel yang merepresentasikan konflik internal, perubahan emosional, dan perkembangan karakter. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan teknik pembacaan saksama (*close reading*). Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan interpretasi menggunakan teori trauma, kelekatan (*attachment*), duka cita, serta model Kübler-Ross (penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan). Temuan penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis Abimana dibentuk oleh trauma berlapis: kehilangan ayah pada masa kanak-kanak dan kehilangan pasangan pada masa dewasa. Pengalaman-pengalaman tersebut saling berinteraksi dan memengaruhi respons emosional serta struktur identitasnya. Transformasi psikologisnya ditentukan oleh faktor risiko (riwayat kehilangan dan intensitas kelekatan) serta faktor pelindung (dukungan sosial, transisi peran sebagai ayah tunggal, dan rekonstruksi makna). Tahapan duka cita muncul secara dinamis dan tidak linear, di mana setiap tahapan menjalankan fungsi adaptif dalam proses pemulihannya. Pada akhirnya, Abimana merepresentasikan sosok yang bertransformasi dari kondisi disorganisasi emosional menuju integrasi diri dan ketangguhan (*resilience*).