Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DALAM KEMAMPUAN MENULIS TEKS DRAMA Simatupang, Linsa; Syahfitri, Dian
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.995 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v3i1.17365

Abstract

His study was conducted to find out whether the Student Team Achievement Division model had a significant influence on the ability to write drama text of students in eighth grade Medan Agung Budi Middle School. The design of this study was carried out by classroom action research. The research subjects were 32 students. Instruments in collecting data are interviews, observation, tests, and documentation. The data collected was analyzed by qualitative descriptive analysis. The procedure of this study uses a class action research design, namely the stages of planning, implementation, observation and reflection. The results of this study indicate that students' ability to write drama texts has increased. After the implementation of two cycles, the first cycle is 56.25% and in the second cycle, 78.12%.
Metode Tongkat Berbicara (Talking Stick) dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Menanggapi Cerita Pendek Sibuea, Mawar Sri Wulan Br.; Syahfitri, Dian
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.525 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i1.14007

Abstract

This study aims to describe the improvement of speech skills in responding to students' short stories through the application of the stick talking method. This study is based on learning to speak in response to the short story on the students in the category of low. The method used in this study is qualitative descriptive with a classroom action approach that describes speaking skills to respond to classical short stories and speaking skills in response to a short story through a talking stick method. in practive both two cycles consisting of the planning stage, the execution of the action, the observation, and the reflection. The subject of this study were samples dran bypurposive sampling technique of 30 students of class VII-C SMP Negeri 40 Medan. The results showed that students 'ability to respond to the students' short story increased after talking stick method was applied in the pre-cycles, the average score was 52.33 and the percentage of classical completeness was 20% After applying the method of talking stick ), the result of the students 'test scores on the first cycle obtained an average score of 69.5 and increased to 71.67 in the second cycle test.Based on the percentage of students' classical completeness in cycle I 66.67% increase in cycle II 76.67%. The research concluded that the application of talking stick method can improve the speaking skill in responding to the short story in the students of class VII-C SMP Negeri 40 Medan.
EKSPLORASI STRUKTURALISME SEMIOTIK TEKS MANGUPA PADA UPACARA ADAT PERNIKAHAN ANGKOLAMANDAILING Syahfitri, Dian
Kebudayaan Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i1.15

Abstract

AbstractMangupa is the final stage of Angkola-Mandailing cultural wedding ceremony. The texts ofMangupa are chosen to be explored in this research because the texts are tied with the cultureand contain a lot of cultural expressions. In addition, Mangupa is not only delivered in theform of prose, but also rhythmic poetry. This research is intended to study the poetry within theprocess of Mangupa through semiotics structuralism analysis. Semiotics is the study of sign. Thepurpose of this semiotics structuralism research is to examine literature work as system of sign.Moreover, the sign implies the aesthetic communication devices. The research was conductedby heuristic and hermeneutic reading analysis techniques. Heuristic technique is a reading whichbases on linguistic structuralism or semiotically means bases on convention system of the firstlevel of semiotics. Meanwhile, hermeneutic is a reiterated reading or one that bases on the secondlevel of semiotics. The findings shows that icon consists of 19 words and expressions, index has8 words and expressions, while symbol has 7 expressions and sentences referred to the texts ofMangupa. AbstrakMangupa merupakan upacara terakhir dalam pernikahan Angkola Mandailing. Teks mangupadipilih sebagai teks yang dikupas dalam kajian ini karena teks ini terikat dengan budaya danmemiliki banyak ungkapan budaya. Selain itu, Mangupa bukan hanya disampaikan dalamteks prosa, tetapi juga teks puisi yang berirama. Penelitian ini akan mengkaji pantun dalamprosesi mangupa melalui analisis strukturalisme semiotik. Semiotik adalah kajian tanda. Kajianstruktural semiotik bertujuan akan mengungkap karya sastra sebagai sistem tanda. Tanda tersebutmerupakan sarana komunikasi yang bersifat estetis. Penelitian ini menggunakan teknik analisispembacaan heuristik dan hermeneutik. Pembacaan heuristik adalah pembacaan berdasarkanstruktur kebahasaan atau secara semiotik adalah berdasarkan konvensi sistem semiotik tingkatpertama dan pembacaan hermeneutik adalah pembacaan yang dilakukan secara berulang-ulang(retroaktif) atau berdasarkan sistem semiotik tingkat kedua. Temuan penelitian ini menunjukkanbahwa ikon terdapat sembilan belas kata dan ungkapan, indeks sebanyak delapan kata danungkapan, sedangkan simbol terdapat sebanyak tujuh ungkapan dan kalimat yang mengacu padateks ini.Kata kunci: strukturalisme semiotik, teks Mangupa, upacara adat pernikahan, Angkola-Mandailing
TRANSFORMASI DAN NILAI BUDAYA DALAM ASAL USUL KECAMATAN SELESAI KABUPATEN LANGKAT Syahfitri, Dian; Eka Pratiwi, Amelia; Rahmayani, Rahmayani; Br Silalahi, Rahel Yesi Natasya
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29124

Abstract

Transformasi dan Nilai Budaya Dalam Asal Usul Kecamatan Selesai Kabupaten Langkatini bertujuan untuk mentransformasikan sastra lisan mengenai asal mula munculnya Perkampuan Selesai menjadi sebuah naskah drama dan memaparkan nilai budaya yang ada di dalam “Asal-Usul Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat dengan menggunakan kata-kata atau kalimat. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari bulan Desember 2019 sampai dengan Oktober 2020. Dalam penelitian ini digunakan teknik rekam, simak dan catat sebagai teknik pengumpulan data. Data dalam penelitian ini adalah berupa data lisan mengenai “Asal-Usul Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat”. Sumber data dalam penelitian ini merupakan informan dari salah satu masyarakat perkampungan ladang kapas, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis interaktif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Teknik validitas data menggunakan uji validitas yang mengharuskan peneliti berupaya mendapatkan data dari warga di lokasi-lokasi yang mampu membantu setelah diberi penjelasan menggunakan hasil wawancara dengan informan untuk memvaliditaskan beberapa data seperti, bentuk cerita dan maksud yang terdapat di balik cerita Asal Usul Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat tepatnya diperkampungan ladang kapas. Informan untuk sumber di dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar Kampung Selesai. Prosedur penelitian meliputi tahap perencaan, tahap pelaksanaan, tahap penyusunan laporan. Hasil penelitian “Asal-Usul Kecamatan Selesai kabupaten langkat” ini terbentuk sebab adanya keunikan dalam nama kecamatan ini. Sudah banyak masyarakat yang mengetahui tentang Kecamatan Selesai ini, bahkan orang dari luar Kecamatan ini juga tau mengenai Kecamatan Selesai ini. Orang-orang hanya sekedar mengetahui namanya saja, tetapi tidak dengan bagaimana bisa terbentuknya nama Kecamatan Selesai tersebut, dari situlah muncul Asal-usul ini. Asal-usul yang telah tersistematis kemudian akan ditransformasikan oleh peneliti menjadi sebuah naskah drama dan memaparkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.Kata Kunci: Sastra Lisan, Nilai Budaya Asal-Usul Kecamatan Selesai kabupaten langkat, Transformasi
REVITALISASI CERITA RAKYAT SAMPURAGA MELALUI KOMIK DIGITAL SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT PEMULA Syahfitri, Dian; Wityasminingsih, E.; Ariani, Isa; Waruwu, Mikha Ulina Putri
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 7 No 1 (2024): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v7i1.2704

Abstract

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beragam etnis, seperti Batak Toba, Pakpak Dairi, Mandailing, Karo, Simalungun, Nias, dan Melayu. Setiap suku bangsa mempunyai beragam budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda. Salah satu budaya yang menonjol adalah beragamnya cerita rakyat yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Salah satu cerita rakyat yang akan diteliti adalah cerita rakyat Sampuraga yang berasal dari daerah Mandailing Natal. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, deskriptif artinya menjelaskan atau mendeskripsikan dengan kata-kata dan menjelaskannya secara jelas dan rinci. Hasil penelitian ini menceritakan cerita rakyat Sampuraga melalui perancangan komik digital sebagai bahan ajar pembelajaran BIPA dengan harapan cerita rakyat Sampuraga dapat lebih dikenal orang banyak dan penutur asing. Selain itu juga dapat menjadi upaya memperkenalkan budaya Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat saat ini kurang populer. Banyak faktor penyebabnya, seperti semakin canggihnya teknologi yang menyebabkan anak malas membaca cerita rakyat. Untuk itu penulis mengadopsi cerita rakyat dari Sumatera Utara yaitu cerita rakyat Sampuraga. Cerita ini kurang begitu dikenal di kalangan masyarakat umum karena kurangnya perkembangan cerita rakyat itu sendiri.
PENGENALAN BUDAYA SUMATERA UTARA (ULOS BATAK TOBA) MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA EDUKATIF SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA Putri, Tri Witya; Lumbangaol, Putri Meledina; Syahfitri, Dian; ., Arianto
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 7 No 1 (2024): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v7i1.2705

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai bahan ajar BIPA tentang Ulos Budaya Batak Toba Provinsi Sumatera Utara melalui permainan ular tangga edukatif. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka yaitu Internet searching dengan mengkaji beberapa artikel pada jurnal. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh simpulan bahwa kain ulos merupakan kerajinan tenun khas Batak Toba Sumatera Utara, kain ulos yang mempunyai ragam jenis, makna dan fungsi yang berbeda dalam setiap pengunaannya. yang dimana didalam nya permainan ular tangga edukatif sebagai media belajar yang digunakan pemelajar BIPA. Ular Tangga Edukatif merupakan permainan yang dikembangkan dari permainan ular tangga biasa menjadi jenis permainan yang memiliki nilai edukasi. Dalam belajar bahasa Indonesia , pemelajar BIPA Sekaligus belajar Budaya masyarakat Batak Toba . Dengan demikian proses belajar mengajar dapat lebih efektif sesuai dengan tujuan pemelajar BIPA dan tujuan pembelajaran.
Mengungkap kekuatan pendidikan karakter dan nilai budaya dalam antologi cerpen sampan Zulaiha Karya Hasan Al-Banna Williyansen, Kangga Ega; Trianton, Teguh; Syahfitri, Dian
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202423109

Abstract

Sastra digunakan untuk menanamkan nilai-nilai kehidupanpada pembaca yaitu nilai-nilai pendidikan karakterdan nilai-nilai budaya. Atas dasar itu dilakukan analisis sastra yang bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dan nilai budayadari Antologi Cerpen Zulaiha Tongkang karya Hasan Al-Banna. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Januari 2022 sampai dengan April 2023. Data penelitian berupa kata-kata atau data tertulis dalam cerpen dalam antologi cerpen Zulaiha Barge karya Hasan Al-Banna. Teknik pengumpulan data dengan teknik pencatatan dokumen dilakukan dengan mengumpulkan data nilai-nilai pendidikan karakterdan nilai-nilai budayadalam cerpen—teknik analisis data dengan cara analisis interaktif. Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menemukan bahwa aspek nilai pendidikan karakteryang paling banyak ditemukan adalah aspek penulisan sosial. Nilai pendidikan karakter dalam antologi cerpen Zulaiha Barge dapat digolongkan pada religiusitas, kepedulian terhadap sesama, kepedulian terhadap diri sendiri, dan nasionalisme. Nilai-nilai budaya yang paling banyak ditemukanadalah nilai-nilaiberhubungan dengan masyarakat. Nilai-nilai budayadalam antologi cerpen Zulaiha tongkang karya Hasan Al-Banna merupakan representasi kebudayaan Sumatera Utara. Hal ini dibuktikan dengan kisah adat dan larangan di Sumatera Utara yang terdapat dalam antologi cerpen Zulaiha Tongkang ini.
Penerapan Metode Field Trip Pada Siswa SMA Negeri 1 Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Pendek Simatupang, Fenny Triani; Siburian, Panigoran; Syahfitri, Dian
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i3.9041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan metode Field Trip dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Silimakuta. Metode ini melibatkan siswa melakukan perjalanan ke lokasi tertentu untuk mengamati objek yang kemudian dijadikan bahan dalam menulis cerita pendek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Field Trip dapat meningkatkan keaktifan, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis cerita pendek, dengan persentase keaktifan meningkat hingga 88,88%, minat sebesar 86,11%, dan motivasi mencapai 77,77%. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis cerita pendek siswa, dari nilai rata-rata awal 72,47% dengan 25 siswa mencapai KKM (≥75), menjadi 81,25% pada akhir siklus II dengan 31 siswa mencapai nilai di atas KKM. Dengan demikian, penerapan metode Field Trip terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa, membuat pembelajaran lebih menarik dan membantu siswa mengembangkan ide secara lebih kreatif dan terstruktur.
Pengaruh Metode Debat Terhadap Kemampuan Menyusun Argumentasi Pada Siswa SMK Girsang, Lesnaria Br.; Trianton, Teguh; Syahfitri, Dian
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i3.9453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode debat terhadap kemampuan menyusun argumentasi pada siswa SMK Negeri 1 Pamatang Silimahuta Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan pre-test dan post-test pada kelompok kontrol, dengan subjek siswa kelas XI yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan argumentasi sebelum dan setelah penerapan metode debat, dan dianalisis menggunakan uji t untuk menentukan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan menyusun argumentasi pada siswa yang diajar menggunakan metode debat dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, menunjukkan efektivitas metode debat dalam meningkatkan kemampuan argumentasi siswa. Kesimpulannya, metode debat merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menyusun argumentasi siswa, dan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam memilih metode pengajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Model Pembelajaran BIPA Bermuatan Kearifan Lokal Tari Dampeng melalui Media Audiovisual Tumanggor, Evi Bunga Rosari; Siregar, Elfriati; Epriadi, Epriadi; Amri, Hasanul; Syahfitri, Dian
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1836

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami nilai filosofis dan makna dari tari dampeng sebagi identitas budaya suku Singkil melalui media audiovisual. Penelitian ini mengkaji keraifan lokal Indonesia melalui video Tari dampeng untuk pemelajar asing dengan menerapkan model pembelajaran BIPA di tingkat madya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik rekam dan angket. Berdasarkan hasil diskusi setiap kelompok pemelajar BIPA dapat mengulang gerakan tarian dampeng yang dapat dilihat dari hasil rekam yang dilakukan oleh peneliti. Kemudian pemelajar juga mampu mengutarakan langkah-langkah penari dalam melakukan tarian serta mampu mendeskripsikan dan menyampaikan tujuan tari dampeng dan makna dari setiap gerakan tari dampeng. Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran BIPA bermuatan kearifan lokal tari dampeng melalui media audiovisual sangat efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa untuk mengasah keterampilan berbicara pemelajar asing. Tari ini pertama kali ditarikan tahun 1986. Singkil banyak didatangi berbagai etnis misalnya, pak-pak, karo, jawa, gayo, alas dan minangkabau