Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kemampuan Produksi Serta Match Factor Alat Gali Muat Cat 390D Dan Alat Angkut OHT Cat 775F Pada Pengupasan Overburden Tambang Batubara PT. Bara Alam Utama Kabupaten Lahat Sumatera Selatan Vhalentio Pakombong; Evellyne Binsyowie Sandhiya Mandosir; Mickael Ruben Kaiway; Agustinus Giai
Jurnal Teknik AMATA Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v7i1.351

Abstract

Kegiatan penambangan PT. Bara Alam Utama  pada penelitian ini difokuskan di Pit Barat dengan target produksi batubara yang direncanakan adalah 87.416,66 ton atau 2.819,90 ton/hari dan pada pengangkutan overburden direncanakan sebesar 303.833,33 m3 atau 9.801,08 m3/hari dengan menggunakan 2 unit alat muat Excavator Caterpillar 390D dan tiap unitnya menggunakan 4 unit OHT Caterpillar 775F sebagai alat angkut ke disposal yang berjarak  ± 2,5 km. Berdasarkan data aktual yang diolah maka diperoleh waktu edar (cycle time) untuk alat muat 0,40 menit dengan efisiensi kerja 50% dan 18,36 menit dengan efisiensi kerja 69% untuk alat angkut, sehingga diperoleh produksi overburden untuk alat muat adalah 217.596,80 m3/bulan dan produksi untuk alat angkut adalah 156.986,00 m3/bulan, MF ( match factor) = 0,5 (MF < 1) berarti pada keadaan ini menunjukkan bahwa alat muat mempunyai waktu tunggu dan alat angkut bekerja penuh, dimana target produksi belum tercapai.  Dengan adanya evaluasi perhitungan data diperoleh efisiensi kerja untuk alat muat 85% dengan waktu edar 0,40 menit dan efisiensi kerja untuk alat angkut 85% dengan waktu edar 16,45 menit. Dimana produksi untuk alat muat adalah 528.431,20 m3/bulan dan 308,460 m3/bulan untuk alat angkut dari front penambangan di Pit Barat ke disposal, sehingga target produksi yang tadinya direncanakan dapat terpenuhi
INTERPRETASI LINGKUNGAN TEKTONIK BERDASARKAN DATA GEOKIMIA PADA ENDAPAN LOGAM DASAR TALIMBANGAN, TORAJA UTARA Vhalentio Pakombong; Nilam Sry Putri
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 4 No. 01 (2025): Maret 2025
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostekam.v4i1.03

Abstract

Lokasi penelitian di dusun atau lembang Talimbangan, Kabupaten Toraja Utara menunnjukkan daerah dengan kenampakan morfologi berupa pebukitan dengan kondisi daerah yang curam akibat dari berbagai macam proses tektonik yang terjadi. Proses tektonik tersebut menghasilkan sumber daya berupa endapan logam dasar yang tersingkap pada batuan beku pada 2 sampel yang dianalisis yaitu sampel ST-1B dan ST-4D. Batuan beku tersebut menunjukkan bahwa batuan lava daerah penelitian memiliki jenis yang sama yaitu Trakit Basal pada sampel ST-1B dan ST-4C dengan menggunakan plotting nilai Na2O + K2O dan SiO2. batuan hostrock yang telah mengalami alterasi dengan menggunakan unsur-unsur immobile menunjukkan kedua sampel menunjukkan bahwa kedua sampel dalam plot Sub-alkali Basal. Berdasarkan determinasi afinitas magma pada lokasi penelitian dengan plotting kandungan K2O dan SiO2 pada kedua sampel menunjukkan bahwa daerah penelitian diketahui berada pada seri sosonit (soshonite series) atau alkali potasik. Interpretasi tatanan tektonik mengacu pada plotting diagram laba-laba primitive mantle dan diagram REE Chondrite yang menunjukkan pola perilaku pengayaan unsur Light Rare Earth Element (LREE) dari La ke Pm yang cukup curam sementara dari unsur Sm ke Y yang tergolong dalam Mid Rare Earth Element (MREE) terlihat cukup landai, begitu juga dengan Heavy Rare Earth Element (HREE) yang sangat landai yang ditunjukkan oleh Ho ke Lu. Kehadiran pola atau pengayaan unsur LREE dan mendatar pada unsur besar (HREE) menunjukkan bahwa sumber mantel sedimen ini sebagian besar berasal dari batuan beku berkomposisi felsik dengan konstribusi batuan vulkanik bersifat magma busur dan ultramafik.